Posts

Showing posts with the label My life

(Day 7) Blind Date

Image
#Day7ranimenulis #ranimenulis Blind Date? Pernah Pertama dan terakhir kali lah itu. Jaman dulu teknologi dan sosmed belum kayak sekarang ya. Paling banter tu MMS lah. Jadi lanjut dari cerita kemaren, dimana pacar pertamaku itu diambil Tuhan dan aku mulai fokus pelayanan lagi kan ceritanya. Jadi ini kisah ketemu sang pacar kedua, yang sekarang jadi suamiku. Kenalan di sms, 2 hari ngobrol dia ngajak ketemuan. Ya itu Blind date.  Kisah lengkapnya bisa baca  disini Itu anggaplah aku beruntung. Blind date bertemu dengan orang yang baik. Tapi jangan harapkan semua kisah akan berakhir seperti kisahku. Kalau nanti anak-anakku ada yang mau blind date, jelas kurasa aku bakal gak bolehin sih. Kalaupun mereka maksa, akan aku ikuti diam-diam. wkwkwkwk. Sebenernya ini jadi belok tema, cuma aku sebenernya agak worry sama dunia sekarang. Kebayang gak sih semua orang jahat tampak bertebaran dimana-mana. Predator sex, predator anak-anak, belum lagi anak-anak remaja yang sungguh bebas sekali gaya hidupny

(Day 6) Menjadi Single

Image
#ranimenulis #day6ranimenulis Ada satu masa dimana menjadi single itu menyedihkan. Hahaha.. Usiaku saat itu 21thn dan aku belum pernah berpacaran. Masa SMA ku dulu sangat produktif dimana aku sedang aktif di pelayanan kerohanian. Dan doktrin "pacaran 1x untuk menikah" itu ya sangat merasuki otakku πŸ˜‚ Jadilah saat itu kalau ada lelaki yang terlihat PDKT, kebanyakan aku kabur. Karena menurutku ya mereka tu belum memenuhi "potential husband". Bukan bicara materi, tapi lebih ke karakternya ya. Mana aku tuh susah lah cocok sama orang. Repot deh. Ada aja yg bikin aku tuh ilfil. Juga aku selalu berpegang dengan kalimat "Tuhan akan mempertemukanmu dengan jodohmu saat karaktermu dan karakternya sudah pantas dan setara. Selama kalian belum bertemu, anggap saja itu Tuhan masih mau membentuk karaktermu dan karakternya dulu" Lalu ketika kuliah, semua teman terdekatku sudah mulai berpacaran. Tinggalah aku yang single. Aku mulai berdoa, meminta segera dipertemukan dengan

(Day 5) Surat Untuk Seseorang

Image
#ranimenulis #day5ranimenulis Dear, Rani 40y old Sometimes beberapa hal eh banyak yang mungkin akan kamu sesali. Respon yang tidak seharusnya ada, emosi yang tidak pantas, perlakuan yang tidak seharusnya dilakukan, atau hal lain.  Beberapa akan membuatmu jatuh sekian lama, sulit melupakan sekian lama. Beberapa membawamu kepada kesulitan, a little bit dark juga mungkin.  But it will make you stronger, make you wiser. Pada akhirnya kamu bisa tetap bertahan menghadapi apapun. Berjuang tanpa pernah menjadi patah semangat. Terkadang melelahkan dan akan ada fase kamu ingin berhenti, percayalah di ujung sana indah. Ada pelangi di ujung perjalananmu.  Tidak semua bisa dibanggakan tapi satu hal yg pasti bisa kamu katakan bahwa kamu selalu berusaha melakukan yang terbaik dan itu cukup. Every human being makes mistake. Learn and forgive yourself.  Keep going, jangan takut, karena hatimu yang akan menuntunmu ke jalan yang benar. Just follow your heart, dont forget to bring your brain too. --------

(Day 4) Sahabat

Image
#Day4ranimenulis #Ranimenulis Kalau mengingat tentang sahabat, aku mau bercerita tentang 1 kisah unik. Yakin deh kisah seperti ini tuh aneh, unik, dan kurasa mungkin hanya ada sedikit yang mengalami yang sama. Setelah menikah, lingkup pergaulanku menjadi sangat terbatas. Kesibukan rumah tangga, dengan lingkungan cluster, temanku yang kebanyakan teman lama saat sekolah dan teman maya. 4 tahun lalu, sewaktu selesai melahirkan, ada sebuah tulisan beredar di FB banyak disharelah, seorang lelaki yang berkisah tentang istrinya yang baru melahirkan. Dan dia bercerita sama persis dengan kejadian yang aku alami. Bagaimana istrinya yang melahirkan anak ketiga (akupun anak ketiga), darah tinggi naik, tanpa prt, dengan suami siaga yang melakukan pekerjaan rumah. Gaya bahasanya lucu sampai aku kepo kayak gimana nih istrinya. Kok rasanya kondisi segala macemnya itu persis sama dengan yang aku alami. Setelah kepoin akun istrinya, oh ternyata istrinya itu seorang penulis dengan follower ratusan ribu l

(Day 3) Random Talk About Love

Image
#Day3Ranimenulis #Ranimenulis Untuk hari ini aku ingin menulis tentang cinta. Iya ini Bulan November, bulan dimana hujan mulai turun setiap hari. Bulan dimana playlistku akan banyak memutar lagu mellow dan lagu romantis. Jadi kurasa akan menyenangkan bicara mengenai cinta bukan? Jadi apa yang ingin kutuliskan ya. Aku mau menulis mengenai sesuatu yang masih mengganggu pikiranku. Oke jadi ini bukan cinta yang menyenangkan. Sebenarnya ini bahasan gak penting sih, cuma gak tau ada 2 kejadian yang memang sungguh membuatku merasa bahwa cinta sesuatu yang sangat kompleks. Itu mengganggu hatiku dengan sangat dalam. Beneran deh. Pertama, kisah bercerainya Ahok Dari sekian juta orang yang bercerai itu kenapa harus Ahok. Why? Why? Why? I mean, dia itu sosok yang berpegang pada prinsip kekristenan (menurut pandanganku), seorang tokoh panutan (oke lupakanlah dulu soal mulutnya yg kadang tak punya rem itu). Cuma buatku itu kisah perceraiannya beliau itu seperti pengkhianatan tertahap segala-galanya.

(Day 2) Cerita Tentang Orang Tua

Image
Cerita tentang Orang Tua #day2ran imenulis # ranimenulis Bapak dan Mamaku itu asli Karo yang merantau ke Bandung. Disanalah mereka bertemu dan menetap sampai semua anaknya lahir di Bandung. Bapak itu anak terakhir dan laki-laki satu-satunya. Nenekku dulu selalu dibully karena anaknya 4 perempuan semua. Makanya begitu yang ke-5 lahir laki-laki diberi nama Untung. Untunglah ada penerus marga. Sebagai anak bungsu dan laki-laki satu-satunya, tentu saja beliau itu "raja". Aku ingat kalau dirumah,bapak akan duduk nonton tv sementara mama mengangkat air dari sumur untuk mandi bapak. Lalu membuatkan kopi, mengambilkan makan. Semua harus dilayani. Bapakku guru matematika dan terkenal killer. Guru paling ditakuti di SMP itu ya Bapakku itu. Bapak itu galak. Tegas. Pas masih TK, pulang sekolah aku menunggu bapak selesai mengajar. Karena bosan aku masuk kelasnya untuk minta kertas gambar. Aku ingat sekali aku diseret keluar kelas dan dipukul didepan pintu kelas. Setiap bapak pulang keruma

(Day 1) 30 HAL YANG ORANG LAIN TIDAK KETAHUI TENTANG SAYA

Image
#Day1 Ranimenulis #Ranimenulis 1. Sering disebut peramal cuaca. Kalau bangun tidur sakit kepala, pasti hari itu hujan, minimal mendung. 2. Pas kecil mimpinya suka dipasang jadi nomer togel. 3. Teman dekatnya pas SD 2 orang. Pas SMP duduk sebangku dengan 1 orang yg sama selama 3 thn. Sekarang teman yang suka curhat banyak, tapi yang saya curhatin cuma 1 orang. Terlihat extrovert. Aslinya introvert. 4. Sering nyasar. Bahkan dulu pas sekolah, pulang kerumah sendiri saja nyasar. 5. Ceroboh, sering tersandung kaki sendiri. Lebam itu biasa. 6. Kalau lagi lelah, suka linglung. Pake sampo di badan. Sabun di rambut. Paling ngaco adalah pakai Lactacyd di muka dan pencuci muka dipakai jadi pasta gigi. 7. Pelupa. Sering disapa orang, diladenin bisa haha hihi ngobrol. Setelah itu, saya bingung itu tadi siapa. Pernah ternyata itu tetangga rumah. Tapi saya gak ingat blas. Sering beli barang yang sama beberapa kali. 8. Bekas luka ditubuh yang masih terlihat ada 4, bekas pukulan kayu pas kecil, bekas d

To Heal is To Accept

Image
Dear, My Self.. To Heal is to accept. Kamu harus belajar untuk menerima bahwa tidak semua yang kamu inginkan bisa kamu dapatkan. Tidak semua yang kamu harapkan, akan kamu dapatkan. Menerima kekecewaan dan mengakuinya bahwa ya kamu merasa kecewa. Menerima kekalahan dan mengakui bahwa kamu memang tidak bisa mendapatkannya. Menerima kegagalan dan mengakui bahwa kamu tidak bisa meraihnya. Tidak berarti kamu buruk Tidak berarti kamu jelek Tidak berarti kamu itu tidak berharga Karena kamu harus ingat, kamu tetap berharga. Kamu tetap baik. Kamu itu cukup. Dear, Rani.. Tetap ingat bahwa tidak ada yang bisa merendahkanmu. Kamu adalah kamu. Kamu yang tahu sebagaimana potensimu. Kamu yang tahu kelebihan dan kekuranganmu. Jika ada yang tidak bisa melihat dirimu sebaik kamu, maka jangan hiraukan. Dia tidak pantas untuk kamu gubris. Karena dia tidak mengenalmu. Keep gorgeous! Semangat! #selftalk

It’s Okay To Not Be Okay

Image
  Sometimes it’s okay to not be okay It’s okey to show your weakness, your tears, your desperate Beberapa waktu lalu, aku ikut seminar online mengenai emosi. Ini bukan bicara mengenai emosi amarah saja, tapi berbagai jenis emosi. Bahwa emosi yang dipendam (tidak dikeluarkan) suatu saat akan “memanifestasikan” dirinya ke fisik (penyakit atau alergi). Pas ikut itu, aku gak merasa apaaa gitu. Kondisi sehat kok, sehari-hari berjalan yaaa gitu aja. Sesekali seperti terburu-buru mengejar waktu, mengoceh biar anak-anak bergerak cepat, ya tapi berlalu begitu aja. Besoknya melakukan rutinitas yang sama. Gak ada emosi meluap-luap atau psikosomatis yang muncul. Biasanya kalau lagi “down” suka muncul psikosomatis seperti jantung berdebar, sesak nafas, tremor. Ini gak. Jadi aku merasa aku baik-baik saja. Sampai aku merasa mukaku mulai jerawatan, muka beruntusan, jerawatnya pun bukan jerawat karena muka kotor, tapi jerawat kecil-kecil kasar dan kering. Kadang badan juga mulai bintik merah dan gatal

Sibling Rivalry

Image
Diantara bertiga, yang paling suka debat dari dulu itu els. Kalau dia sudah merasa benar, mau kita bilang apapun, ada aja jawabannya. Ngeyel. Jaman dia masih piyik usia sekitar 4 thn, Allen umur 2.5thn. Allen belom paham mengenai konsep kepemilikan. Masih suka tantrum. Dia belum bisa paham emosinya, yg dia tau apa2 nangis aja. (Kayak thal skrg lah ni, kadang pikasebeleun wkwkwkwk). Mereka masih suka banget berantem gak jelas. Kebanyakan ya rebutan. Dan Els itu lagi seneng2nya liat Allen nangis. Iseng. Dulu responku adalah kebanyakan seperti ini, langsung melihat ke arah yang salah dan bertanya "kamu kenapa bikin gitu?" Yang mana biasanya dibantah dengan alasan "dia yg duluan nakal" Ego mereka masih sama2 tinggi. Gak ada yang merasa salah. Gak ada yang mau minta maaf. Kalaupun minta maaf akhirnya lebih karena takut aku marah  πŸ˜… Lalu suatu waktu dia bilang "kenapa sih kakak terus disalahin" padahal dia itu cuma disalahin pas dia yg salah, kala

Untukmu yang sedang terbeban berat

Ada waktunya dimana kamu sedang merasa terbeban berat Ingin bercerita, tapi tak seorangpun mau belajar mengerti Ada suatu ruang hampa dalam hatimu yang menuntut untuk diberi perhatian Yang menjadi semakin terasa menyakitkan karena ungkapan "apalagi sih yg kurang? Kamu aja kurang bersyukur" Kamu mencari di sahabatmu, kamu mencari di pasanganmu, kamu mencari diorang-orang yang kamu kasihi Tapi suatu saat mereka mungkin akan mengecewakanmu Lalu kamu akan menyadari bahwa tidak ada seorang pun yang bisa mengisi ruang itu Dan kamu hanya bisa menangis sendirian dipojok ruangan gelap Berusaha tidak terlihat oleh siapapun Setelah tangismu mereda, kamu akan kembali keluar Tersenyum seolah tidak ada apa-apa Berusaha terlihat kuat Dan tidak akan ada seorangpun yang tau betapa rapuhnya kamu didalam --------------------- Aku paham... Aku tau rasanya... Jika kamu mau bercerita panggilah aku Maka kita akan saling berbagi Biarkan aku menjadi setitik penyema

Short term memory loss

Short term memory loss Akhir-akhir ini aku lagi sering menulis. Bahkan untuk hal paling sepele pun kutulis. Penyebabnya karena rasanya ada masalah dengan daya ingat jangka pendekku. Awalnya masih terasa lucu, seperti membeli barang yg sama beberapa kali (ini sering sebenernya), lupa menaruh barang, lupa hari, lupa jadwal yah hal remeh seperti itulah. Lalu mulai lupa orang (kalau ini dari dulu sih wkwkwwkwk), misal ada yg wa aku perlu sepersekian detik untuk ngeh itu siapa. Padahal bisa jadi baru chat. Pernah aku nanya "kok aku punya kontakmu ya? Kita pernah chat ya?" πŸ˜… karena seingatku itu adalah pertama kali chat. Lalu akhir-akhir ini menjadi lebih parah. Aku mulai melupakan kejadian beberapa menit lalu. Seperti misal menaruh barang belanjaan di meja, lalu kaget sendiri kenapa ada barang itu di meja dan bertanya ke suami "siapa yg beli dan taruh itu disini?" Paling sering berdebat tentang percakapan.  Dan tentu saja sasarannya ya suami yg aku debatkan.