(Day 6) Menjadi Single



#ranimenulis
#day6ranimenulis


Ada satu masa dimana menjadi single itu menyedihkan. Hahaha..


Usiaku saat itu 21thn dan aku belum pernah berpacaran. Masa SMA ku dulu sangat produktif dimana aku sedang aktif di pelayanan kerohanian. Dan doktrin "pacaran 1x untuk menikah" itu ya sangat merasuki otakku 😂


Jadilah saat itu kalau ada lelaki yang terlihat PDKT, kebanyakan aku kabur. Karena menurutku ya mereka tu belum memenuhi "potential husband". Bukan bicara materi, tapi lebih ke karakternya ya. Mana aku tuh susah lah cocok sama orang. Repot deh. Ada aja yg bikin aku tuh ilfil.


Juga aku selalu berpegang dengan kalimat "Tuhan akan mempertemukanmu dengan jodohmu saat karaktermu dan karakternya sudah pantas dan setara. Selama kalian belum bertemu, anggap saja itu Tuhan masih mau membentuk karaktermu dan karakternya dulu"


Lalu ketika kuliah, semua teman terdekatku sudah mulai berpacaran. Tinggalah aku yang single. Aku mulai berdoa, meminta segera dipertemukan dengan jodoh masa depanku. 


Ada masanya aku mulai penasaran gimana ya rasanya pacaran. Gimana ya rasanya dijemput pas weekend buat malam mingguan. Mulai ada rasa "duh pengen punya pacar".


Mataku mulai mencari, hatiku mulai terbuka lebih tepatnya memaksa untuk membuka diri. Dan akhirnya aku menerima yang ada. Dan itu menjadi kesalahan terbesarku.


Tapi karena aku komit untuk sampai akhir. See doktrin setia itu begitu merasuki, dan akhirnya aku memutuskan bertahan bagaimanapun sang pasangan itu. 


Aku salah jalan. Tuhan kayaknya gak rela aku salah jalan. Dia mengambil pasanganku itu. Mengambil secara harafiah 😅 dan aku kembali menjadi single.


~ Ran, ini bukan waktunya kamu untuk punya pasangan. Aku akan beri kamu pasangan yang tepat di waktu yang tepat. Bukan waktumu. Tapi sesuai waktuKu.


Oke, setelah itu kulakukan dengan cara yang benar. Aku menjalani kehidupanku melayani Tuhan. Aku berfokus pada pelayanan, meski hati kecilku masih merindukan seseorang untuk berbagi.


Dan ya tentu saja, tiba2 saja jodoh itu datang tanpa aku sadari. Kami berkenalan saat ingin mengurus ibadah persekutuan rohani bersama. Dia muncul, kami langsung jatuh cinta pada pandangan pertama, memutuskan menjalin hubungan saat itu juga.


Dia datang disaat aku tidak berharap sama sekali tentang seorang pasangan.


Kurasa menjadi single berarti ada sesuatu yang masih harus kamu kerjakan. Itu tidak ada hubungannya dengan kualitas dirimu. Tidak ada hubungannya dengan laku dan tidak laku.


Kurasa ada banyak hal yang jauh lebih banyak dari itu. Tuhan masih belum selesai denganMu. Jalankan selesaikan nikmati prosesnya.


And the right man will come in the right time and the right place. Trust HIM.


---------------------------------------------------------- 

~ Writing is Healing


sebenarnya ini adalah challenge di salah satu grup komunitas. Karena saya tidak berhasil menyelesaikan challengenya, tapi saya rasa ini suatu hal yang bagus untuk dikerjakan.
Maka, saya akan memulai challenge ini di blog.


Harapannya apa ya.. saya ingin ini menjadi tumpahan inspirasi dan bagian dari aktualisasi diri saya. 

Comments

Postingan terpopuler

Mesin Jahit Portable Mini S2 bermasalah? Perbaiki sendiri yuk

[Review] Laneige Water Bank series ~ Trial Kit

Resign dari PNS