Posts

Sibling Rivalry

Image
Diantara bertiga, yang paling suka debat dari dulu itu els. Kalau dia sudah merasa benar, mau kita bilang apapun, ada aja jawabannya. Ngeyel. Jaman dia masih piyik usia sekitar 4 thn, Allen umur 2.5thn. Allen belom paham mengenai konsep kepemilikan. Masih suka tantrum. Dia belum bisa paham emosinya, yg dia tau apa2 nangis aja. (Kayak thal skrg lah ni, kadang pikasebeleun wkwkwkwk). Mereka masih suka banget berantem gak jelas. Kebanyakan ya rebutan. Dan Els itu lagi seneng2nya liat Allen nangis. Iseng. Dulu responku adalah kebanyakan seperti ini, langsung melihat ke arah yang salah dan bertanya "kamu kenapa bikin gitu?" Yang mana biasanya dibantah dengan alasan "dia yg duluan nakal" Ego mereka masih sama2 tinggi. Gak ada yang merasa salah. Gak ada yang mau minta maaf. Kalaupun minta maaf akhirnya lebih karena takut aku marah 😅 Lalu suatu waktu dia bilang "kenapa sih kakak terus disalahin" padahal dia itu cuma disalahin pas dia yg salah, kalau Allen yg sa…

Pernikahan dan komitmen

Image
Tulisan terakhir di tahun 2019.

Aku mau cerita dikit. Gak ini bukan curhat. Bukan juga untuk apa ya bahasanya,umm buka dapur rumah tangga. Gak. Ini aku cuma mau share. Aku setting cerita ini private juga friend only. Meski untuk sebagian orang cerita2ku itu "apaan sih" tapi percaya gak kalau ada juga yg merasa ceritaku itu "berguna" 🙈 ambillah yg bagusnya yak.

Cuma ini cerita agak panjang. So silahkan skip kalau lagi males baca panjang.

Jadi besok itu aku kan wedding anniversary ya. Iya aku tuh menikah pas tahun baru. Dulu ngejar angka cantik. 1 Januari 2011 ( 1.1.11) dan biar gampang diingat.  😂

Pacaran 2.5 thn. Menikah 9 tahun. Baru sebentar. Jauh lah kalau dibanding sama yg udah belasan tahun atau puluhan tahun. Kebanyakan masa pacaran dan nikah kami ini ya LDR. Pacaran ketemu seminggu sekali (asrama kan). Nikah juga ya sama aja.

Tahun ini kami emang menghadapi banyak hal lah. Dia di kerjaannya (training, tuntutan finansial yg berkurang jauh dll). Aku dirumah…

Bangku Pojok Sekolah

Image
“Hei, kamu gak ke sekolah hari ini?” Nada mengetik sebuah pesan di gawainya

“gak. lagi ada keperluan. maaf ya” sebuah pesan balasan muncul

Nada mendesah, kecewa “Oh, Oke. See you next week ya” 

sebuah balasan langsung muncul kembali “oke” 
Nada menghela nafas panjang. Sekolahan hari ini jadi terasa begitu membosankan. 
Ia mulai membuka facebook, menghalau perasaan aneh yang muncul menyelinap di hatinya. Apa ini? Rindukah? Rindu yang tak seharusnya ada. Bagaimana ia bisa merindukan lelaki lain selain suaminya? 
“Ahh bel sekolah hari ini terasa panjang sekali” gumam Nada dalam hati sembari melihat jamnya.
—————————————————————
4 bulan lalu pertemuan Nada dengan Rio. Seorang lelaki usia pertengahan, sederhana, bukan tipe lelaki yang akan membuatmu berpaling atau memperhatikan ketampanannya. Biasa saja. Terlalu biasa. Rio sedang duduk di pojok bangku sekolah itu, sendirian asik melihat gawainya. Tapi hanya ada satu tempat duduk tersisa, di sebelah Rio dan Nada sudah lelah berdiri.
“Permisi. saya b…

Mengenai kebiasaanmu

kamu datang tiba-tiba
lalu berdiam disitu
tanpa bisa kusingkirkan
aku jadi terbiasa memperhatikanmu
mulai hapal kebiasaanmu
jam berapa kamu muncul di dunia maya
jam berapa kamu muncul di dunia nyata
jam berapa kamu berangkat kerja, dan jam berapa kamu sampai dirumah
memperhatikan setiap warna bajumu ~ hei, btw aku suka saat kamu memakai baju biru kotak itu
atau warna sepatu dan berapa jumlah sepatu yang selalu kau pakai bergantian
selera musikmu, selera makananmu, minuman favoritmu, sampai warna favoritmu
juga bahkan aku bisa menduga jam berapa kamu mulai merasa lapar
aku hapal gaya bicaramu saat tidak ingin membahas sesuatu
atau saat ingin mengobrol
terkadang aku ingin bersikap acuh, memalingkan mataku dan pikiranku darimu
tapi untuk kemudian menyadari bahwa tanganku sudah melihat gawaiku dan mencarimu...lagi
kurasa memang kamu tidak mudah kusingkirkan
kamu itu seperti kopi
yang akan selalu kucari disetiap hariku
aku tidak bisa melewatkan hariku tanpa memperhatikanmu
dan aku tidak t…

Untukmu yang sedang terbeban berat

Ada waktunya dimana kamu sedang merasa terbeban berat

Ingin bercerita, tapi tak seorangpun mau belajar mengerti

Ada suatu ruang hampa dalam hatimu yang menuntut untuk diberi perhatian

Yang menjadi semakin terasa menyakitkan karena ungkapan "apalagi sih yg kurang? Kamu aja kurang bersyukur"

Kamu mencari di sahabatmu, kamu mencari di pasanganmu, kamu mencari diorang-orang yang kamu kasihi

Tapi suatu saat mereka mungkin akan mengecewakanmu

Lalu kamu akan menyadari bahwa tidak ada seorang pun yang bisa mengisi ruang itu

Dan kamu hanya bisa menangis sendirian dipojok ruangan gelap

Berusaha tidak terlihat oleh siapapun

Setelah tangismu mereda, kamu akan kembali keluar

Tersenyum seolah tidak ada apa-apa

Berusaha terlihat kuat

Dan tidak akan ada seorangpun yang tau betapa rapuhnya kamu didalam

---------------------

Aku paham...

Aku tau rasanya...

Jika kamu mau bercerita panggilah aku

Maka kita akan saling berbagi

Biarkan aku menjadi setitik penyemangatmu

Biarkan aku membawa sedikit …

Kamulah Alasan

Hey, kamu..

aku tidak pandai merangkai kata
pun tidak pandai dalam menjelaskan

kamu bertanya tentang perasaanku
aku hanya bisa terdiam
lalu berkata "aku tidak suka ditanya seperti ini"

aku tau kamu sedih
tapi kamu harus paham aku tidak bisa mengungkapkannya
ini tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata
sudah kubilang kan, aku tidak pandai dalam hal verbal ini

bagaimana aku bisa bicara tentang perasaanku,
kalau aku sendiri tidak paham apa yang kurasakan

Tapi yang kutau adalah,
kuharap kamu menyimak apa yang akan kukatakan ini
karena aku tidak akan mengulanginya untuk kedua kalinya
bukan sifatku untuk membuat kalimat romantis, kamu tau itu kan?

Kamulah alasanku untuk sering membuka sosmed
ntah apa yang ingin kulihat disana
mungkin sekedar mengetahui kabarmu
atau apa yang sedang kamu lalui hari ini
karena aku tau kamu selalu bercerita semuanya disitu
aku senang membaca ceritamu
seakan kamu sedang bercerita padaku

Kamulah alasanku untuk membuka gawaiku
mengecek whatsappku hanya se…

SPACE

Suatu malam aku bermimpi Ada aku disitu berdiri terdiam melihat ke suatu arah Ke arah itu. Disana. Dimana dirimu berada Tapi hanya terlihat punggungmu yang beranjak menjauh Aku berusaha melihat wajahku disitu Sedihkah? Kenapa aku hanya bisa terdiam? Dengan ekspresi yang aku sendiri tidak dapat menjelaskannya Aku ingin berusaha menahanmu Tapi bahkan aku tidak sanggup berbicara Aku hanya bisa bayanganmu Sampai bayanganmu tidak terlihat lagi Lalu kusadari ternyata aku tersenyum Karena aku tau meski itu sebuah perpisahan Tapi jejakmu sudah ada disini Dihatiku