Posts

To Heal is To Accept

Dear, My Self..To Heal is to accept.Kamu harus belajar untuk menerima bahwa tidak semua yang kamu inginkan bisa kamu dapatkan. Tidak semua yang kamu harapkan, akan kamu dapatkan.Menerima kekecewaan dan mengakuinya bahwa ya kamu merasa kecewa.Menerima kekalahan dan mengakui bahwa kamu memang tidak bisa mendapatkannya.Menerima kegagalan dan mengakui bahwa kamu tidak bisa meraihnya.Tidak berarti kamu burukTidak berarti kamu jelekTidak berarti kamu itu tidak berhargaKarena kamu harus ingat, kamu tetap berharga. Kamu tetap baik. Kamu itu cukup.Dear, Rani..Tetap ingat bahwa tidak ada yang bisa merendahkanmu. Kamu adalah kamu. Kamu yang tahu sebagaimana potensimu. Kamu yang tahu kelebihan dan kekuranganmu.Jika ada yang tidak bisa melihat dirimu sebaik kamu, maka jangan hiraukan. Dia tidak pantas untuk kamu gubris. Karena dia tidak mengenalmu.Keep gorgeous! Semangat!#selftalk

It’s Okay To Not Be Okay

Image
Sometimes it’s okay to not be okayIt’s okey to show your weakness, your tears, your desperate
Beberapa waktu lalu, aku ikut seminar online mengenai emosi. Ini bukan bicara mengenai emosi amarah saja, tapi berbagai jenis emosi. Bahwa emosi yang dipendam (tidak dikeluarkan) suatu saat akan “memanifestasikan” dirinya ke fisik (penyakit atau alergi).
Pas ikut itu, aku gak merasa apaaa gitu. Kondisi sehat kok, sehari-hari berjalan yaaa gitu aja. Sesekali seperti terburu-buru mengejar waktu, mengoceh biar anak-anak bergerak cepat, ya tapi berlalu begitu aja. Besoknya melakukan rutinitas yang sama. Gak ada emosi meluap-luap atau psikosomatis yang muncul. Biasanya kalau lagi “down” suka muncul psikosomatis seperti jantung berdebar, sesak nafas, tremor. Ini gak. Jadi aku merasa aku baik-baik saja.
Sampai aku merasa mukaku mulai jerawatan, muka beruntusan, jerawatnya pun bukan jerawat karena muka kotor, tapi jerawat kecil-kecil kasar dan kering. Kadang badan juga mulai bintik merah dan gatal seper…

Sibling Rivalry

Image
Diantara bertiga, yang paling suka debat dari dulu itu els. Kalau dia sudah merasa benar, mau kita bilang apapun, ada aja jawabannya. Ngeyel. Jaman dia masih piyik usia sekitar 4 thn, Allen umur 2.5thn. Allen belom paham mengenai konsep kepemilikan. Masih suka tantrum. Dia belum bisa paham emosinya, yg dia tau apa2 nangis aja. (Kayak thal skrg lah ni, kadang pikasebeleun wkwkwkwk). Mereka masih suka banget berantem gak jelas. Kebanyakan ya rebutan. Dan Els itu lagi seneng2nya liat Allen nangis. Iseng. Dulu responku adalah kebanyakan seperti ini, langsung melihat ke arah yang salah dan bertanya "kamu kenapa bikin gitu?" Yang mana biasanya dibantah dengan alasan "dia yg duluan nakal" Ego mereka masih sama2 tinggi. Gak ada yang merasa salah. Gak ada yang mau minta maaf. Kalaupun minta maaf akhirnya lebih karena takut aku marah πŸ˜… Lalu suatu waktu dia bilang "kenapa sih kakak terus disalahin" padahal dia itu cuma disalahin pas dia yg salah, kalau Allen yg sa…

Pernikahan dan komitmen

Image
Tulisan terakhir di tahun 2019.

Aku mau cerita dikit. Gak ini bukan curhat. Bukan juga untuk apa ya bahasanya,umm buka dapur rumah tangga. Gak. Ini aku cuma mau share. Aku setting cerita ini private juga friend only. Meski untuk sebagian orang cerita2ku itu "apaan sih" tapi percaya gak kalau ada juga yg merasa ceritaku itu "berguna" πŸ™ˆ ambillah yg bagusnya yak.

Cuma ini cerita agak panjang. So silahkan skip kalau lagi males baca panjang.

Jadi besok itu aku kan wedding anniversary ya. Iya aku tuh menikah pas tahun baru. Dulu ngejar angka cantik. 1 Januari 2011 ( 1.1.11) dan biar gampang diingat.  πŸ˜‚

Pacaran 2.5 thn. Menikah 9 tahun. Baru sebentar. Jauh lah kalau dibanding sama yg udah belasan tahun atau puluhan tahun. Kebanyakan masa pacaran dan nikah kami ini ya LDR. Pacaran ketemu seminggu sekali (asrama kan). Nikah juga ya sama aja.

Tahun ini kami emang menghadapi banyak hal lah. Dia di kerjaannya (training, tuntutan finansial yg berkurang jauh dll). Aku dirumah…

Bangku Pojok Sekolah

Image
“Hei, kamu gak ke sekolah hari ini?” Nada mengetik sebuah pesan di gawainya

“gak. lagi ada keperluan. maaf ya” sebuah pesan balasan muncul

Nada mendesah, kecewa “Oh, Oke. See you next week ya” 

sebuah balasan langsung muncul kembali “oke” 
Nada menghela nafas panjang. Sekolahan hari ini jadi terasa begitu membosankan. 
Ia mulai membuka facebook, menghalau perasaan aneh yang muncul menyelinap di hatinya. Apa ini? Rindukah? Rindu yang tak seharusnya ada. Bagaimana ia bisa merindukan lelaki lain selain suaminya? 
“Ahh bel sekolah hari ini terasa panjang sekali” gumam Nada dalam hati sembari melihat jamnya.
—————————————————————
4 bulan lalu pertemuan Nada dengan Rio. Seorang lelaki usia pertengahan, sederhana, bukan tipe lelaki yang akan membuatmu berpaling atau memperhatikan ketampanannya. Biasa saja. Terlalu biasa. Rio sedang duduk di pojok bangku sekolah itu, sendirian asik melihat gawainya. Tapi hanya ada satu tempat duduk tersisa, di sebelah Rio dan Nada sudah lelah berdiri.
“Permisi. saya b…

Untukmu yang sedang terbeban berat

Ada waktunya dimana kamu sedang merasa terbeban berat

Ingin bercerita, tapi tak seorangpun mau belajar mengerti

Ada suatu ruang hampa dalam hatimu yang menuntut untuk diberi perhatian

Yang menjadi semakin terasa menyakitkan karena ungkapan "apalagi sih yg kurang? Kamu aja kurang bersyukur"

Kamu mencari di sahabatmu, kamu mencari di pasanganmu, kamu mencari diorang-orang yang kamu kasihi

Tapi suatu saat mereka mungkin akan mengecewakanmu

Lalu kamu akan menyadari bahwa tidak ada seorang pun yang bisa mengisi ruang itu

Dan kamu hanya bisa menangis sendirian dipojok ruangan gelap

Berusaha tidak terlihat oleh siapapun

Setelah tangismu mereda, kamu akan kembali keluar

Tersenyum seolah tidak ada apa-apa

Berusaha terlihat kuat

Dan tidak akan ada seorangpun yang tau betapa rapuhnya kamu didalam

---------------------

Aku paham...

Aku tau rasanya...

Jika kamu mau bercerita panggilah aku

Maka kita akan saling berbagi

Biarkan aku menjadi setitik penyemangatmu

Biarkan aku membawa sedikit …