Senin, 27 Maret 2017

[Review] SnowCake Surabaya


Kalau denger kata Surabaya, oleh-oleh yang terlintas itu biasanya lapis surabaya alias spiku. Bolu yang terdiri dari 3 layer itu loh. Kemaren saat teman ada yang ke Surabaya dan membuka jasa titip oleh-oleh, kok malah pada mesennya Snowcake. Iyes, saya telat banget taunya. Ternyata Snowcake ini oleh-oleh yang lagi booming di Surabaya. Karena ternyata ini punyanya artis. hehehe.. Snowcake ini ternyata pemiliknya adalah Zaskia Sungkar. Penasaran kok ya pada banyak yang mesen, jadi expectasinya tinggi berarti enak dong ya. Yaudah saya ikutan deh beli snowcake padahal belom tau bentuknya karena ga sempet browsing juga. Ada 5 rasa, caramel, vanilla, choco banana, choco green tea, dan keju. Pengen yang caramel tapi menurut salah satu review rasanya manis banget. So akhirnya pilihan jatuh pada rasa choco greentea.

Begitu sampai ternyata mirip lapis surabaya tapi bedanya bagian atas dan bawahnya diganti oleh pastry. Sedangkan bagian tengahnya bolu. Atasnya cantik banget ditaburi gula halus. Oh ini toh makanya dikasih nama Snowcake, seperti taburan salju.. hihihi

setelah dipotong

Pastrynya lembut banget.. pas dipotong agak2 remuk saking lembutnya, diangkat juga bisa jeblos kalau ditekan terlalu kuat. Akhirnya kebanyakan berantakan jadi remah sih. Pastrynya sendiri hampir plain ya kayaknya emang cuma pastry tanpa tambahan apapun. Berasa manis karena ada taburan gula halusnya. Sedangkan pastry bawahnya agak keras karena untuk pondasi dan susah dipotong.



Bagian tengahnya lembut, bolunya padat, biasanya saya makan lapis surabaya mirip sponge, tapi ini gak.. ini agak padat tapi tetap lembut. Tekstur bolunya saya suka. Green tea terasa, coklatnya samar karena memang hanya ada di lapisan tengah. Kalau dimakan bersamaan dengan pastry nya yang berarti saya harus mangap agak lebar rasanya terasa lebih samar. Haduh apa sih namanya, kurang berasa gitu loh.. 

Untuk penyuka kue kue yang tidak terlalu manis ini cocok banget, tapi bagi penyuka kue dengan rasa manis atau rasa yang "bold" alias "berasa banget" maybe harus coba rasa yang lain. Next mungkin saya bakal coba caramel yang katanya manis itu. Mungkin itu bakal lebih cocok di lidah saya πŸ˜„

Minggu, 26 Februari 2017

Supermom vs Momster



Dulu sewaktu sedang hamil anak pertama, cita-cita saya itu mau jadi supermom. Definisi saya tentang menjadi supermom itu...

* Lahir ASI langsung lancar. Bisa ASIX dari S1-S3. No dot, No sufor. Setelah 2 tahun menyapih dengan cinta (weaning with love - WWL)
Kenyataannya : 3x melahirkan ASI saya baru keluar semua dihari ketiga! Anak pertama saya cuma ASI sebulan. Anak kedua baru bisa ASI sampai 2 tahun. Perjuangan kasih ASI nya udah satu bab cerita sendiri. Adegan dramatisnya banyak. Itupun nyapihnya ga WWL. Pake jerit2 buang-buang badan dikasur minta nen dimalam hari.


* MPASI homemade. Makanan MPASI itu dibuat pake cinta, lebih sehat, higienis, gizinya komplit, mama paling oke deh kalau bisa masak sendiri. Anak makan lahap, gemuk, sehat
Kenyataannya : dulu kalau lagi repot banget dan ga sempet masak tak kasih bubur instan sesekali. Makan bersih tanpa blepotan? Gak pernah tuh 😁



* Homeschooling dong.. ngajarin anaknya sendiri dirumah, lebih terarah, ga terpengaruh sama sifat-sifat dan anak2 nakal diluaran sono
Kenyataannya : Yaelah boro-boro sabar ngajarin homescholling, liat mainan berantakan lagi padahal rumah baru diberesin aja cuit-cuit udah keluar. Ngajarin semua mata pelajaran dirumah?? oowww.. kebayangnya yang ada saya ngoceh-ngoceh gak sabaran, anak-anak ga nurut sama mamanya dan malah makin rusuh loncat sana-sini

* Supermom itu..Kebayang gambar mama-mama lagi pegang sapu, centong, jemuran dan ngerjain semua sendiri sambil mukanya happy kayak gini


Kenyataannya : Saya masih suka pesen makan kalau males masak, saya pakai jasa laundry buat nyetrika baju, kemana-mana masih harus dianterin gojek karena ga bisa nyetir. Kerjaan rumah bisa sih dikerjain semuanya sendiri, tapi ujung-ujungnya budget tukang urut bakal meningkat ntah berapa kali lipat karena (lagi-lagi) saya sakit pinggang.

dan berujung dengan airmata


*Jadi mama itu harus panjang sabar. Apalagi panggilan bunda, saya tu tiap denger kata bunda yang kebayang itu mama-mama kalem yang sabaaaarrrrrr banget. Tiap anaknya bikin ulah cuma senyum sambil bilang "ehhh anak bunda ga boleh gituuuu hayooo siniiii bunda kasih tau yaaa"
Kenyataannya : saya lebih mirip momster yang siap kecepatan bicaranya boleh diadu dengan kecepatan suara pegi melati sukma harum semerbak sepanjang hari.



* Supermom itu tau kegiatan apa aja yang bagus buat mengisi waktu luang anaknya. Dari mulai melatih sensorik, motorik, sosial, dan lain-lain. Ga kehabisan ide deh buat DIY atau game-game seru dirumah.
Kenyataannya : Kalau udah fatik dirumah, cape pengen istirahat, pengen sebentar ngaso selonjor kaki, saya kasih tuh tablet game meski tetap ada batasan jamnya. Atau saya pasang youtube mereka anteng deh nonton video. Bikin DIY? yeahh.. bisa diitung jari dah berapa kali DIY dalam setahun. πŸ˜…

* Supermom itu bangun paling pagi, tidur paling larut. Tapi muka tetap fresh dan cantik.
Kenyataannya : saya bangun bareng anak-anak karena tiap saya bangun sendirian mereka ikut bangun dan nangis2. Jadi untuk amannya saya bangun bareng mereka bangun. Dan terkadang saking capenya, saya bablas tidur lupa nyusuin bayi tapi bayinya juga ga minta sih. Tampang saya kalau lagi kurang tidur itu begini..
* Supermom itu bisa melerai pertengkaran anak-anak dengan bijak, bahasa lembut, santun, menasehati dengan gaya sejajar eyes to eyes katanya.
Kenyataannya : Kalau udah spaneng tingkat dewa, yang ada daripada ngomel-ngomel gak karuan, saya tutup telinga tutup mata, biarlah mereka menyelesaikan pertengkaran mereka sendiri, meski ujung-ujungnya setelah beberapa menit dan ada yang jerit nangis pasti tetap harus saya pisahkan juga sih.


Kamu aja kali yang kurang berusaha? Oh yeah?? Walk on my shoes please! Semakin saya berusaha menjadi supermom, rasanya saya malah semakin menjadi momster. Semakin saya melihat apa yang saya kerjakan, semakin saya tertekan berusaha lebih baik tapi dengan cara yang terlalu dipaksakan. Berusaha membuat MPASI harus mengikuti rules sampai detail-detailnya, mencoba memberi bahan makanan yang susah dicari hanya karena katanya bagus untuk anak, padahal masih banyak bahan lain dengan gizi yang sama dan mudah didapat dipasar. Memaksakan diri untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah tapi pada akhirnya anak-anak kurang diperhatikan karena kurang interaksi dan hanya menjadi sasaran omelan karena mama yang lelah. Lelah fisik dan lelah pikiran. Sampai saya menyadari bahwa....

Memaksakan diri untuk menjadi supermom dengan definisi diatas itu hanya membuat saya dan anak-anak tidak sehat. Saya menjadi kelelahan fisik dan beban pikiran harus sempurna, saya tidak sehat jiwa dan raga, berimbas kepada anak-anak yang tidak happy karena situasi rumah tidak nyaman.

Saya belajar bahwa kunci rasa bahagia anak-anak ada pada mamanya. Mama yang mempunyai hati yang bahagia akan membuat anak-anak bahagia. Karena terkadang mereka tidak peduli makanan itu dimasak oleh mamanya atau beli, yang penting mamanya ada untuk menemani mereka makan bersama. Mereka tidak peduli siapa yang membersihkan rumah atau mencuci baju mereka, yang mereka tau mamanya menemani mereka bermain bersama. Mereka tidak melihat mamanya muka penuh kerutan, mata panda, baju daster bau bawang, yang mereka tau mereka senang lihat mamanya dirumah bersama mereka dengan muka happy dan mereka juga ikut happy. Buat mereka mama itu yang paling cantik sedunia.

dan mungkin menjadi supermom bukanlah tentang menjadi mama yang sempurna dalam mengerjakan segala hal, tapi menjadi mama yang selalu ada untuk anak-anaknya, selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan hati yang gembira. Lebih bisa menerima kenyataan bahwa rumah tidak akan pernah bisa selalu rapi, menerima kenyataan bahwa boleh kok sekali-kali makan diluar meski ada micinnya, boleh kok sekali-kali leha-leha santai ga bersihin rumah, boleh kok sesekali mandi lebih lama meski anak-anak udah mulai nangis, boleh kok sekali-kali melakukan apa yang mau dilakukan demi mama bisa tetap "waras" dan tetap bahagia.

Dan saya memillih untuk menjadi Happymom. Bukan supermom. Apalagi momster. Tapi Happymom. Happy parenting, moms.. Stay Happy, Stay healthy πŸ˜‰

watch this mom..



Ps: semua ilustrasi diambil dari google

Online Shopping dengan budget paling minimal?? Hayuuuu ahhh..



Wanita itu suka belanja titik. Ntah koleksi baju, atau koleksi sepatu, atau tas atau make up? Bener atau bener..?? Apalagi Online shopping sekarang mudah banget. Dari mulai perintilan seperti peniti sampe barang rumah tangga yang besar saja bisa beli online. Sebenernya murah mana sih antara beli offline atau online?

* Beli Online itu tinggal pesan. Tunggu barang diantar. Gak perlu repot cape keluar, gak perlu macet-macetan atau rempong bawa anak-anak yang cape minta pulang πŸ˜ƒ Hemat waktu jelas, Hemat Ongkos dan hemat tenaga.
* Cuma gak enaknya kita gak bisa lihat-lihat atau cuci mata. Gak bisa sambil jalan-jalan buat refreshing.
* Tapi jelas pengeluaran bakalan lebih terarah kalau offline malah kebanyakan yang dibeli jadinya. Melenceng dari tujuan. Rencana Mau beli A tapi yang dibeli B,C,D sampe Z. Dan barang A malah ga dapet. πŸ˜‚
* Harga di online shop malah terkadang lebih murah dibanding offline. Karena online shop itu persaingan harga tinggi banget. Dan semua bersaing memberi harga termurah meski cuma beda 500 rupiah.

Buat yang hobi belanja online (saya..saya..saya..), ini tips buat belanja dengan budget minimal dan dapetin harga paling murah :

1. Promo Diskon
Setiap market place biasanya pasti ada promo diskon bulanan atau bahkan harian. Kamu bisa follow sosial medianya atau sekali-sekali cek lapaknya. Seperti Indomaret atau Alfamart setiap info promo bisa dilihat di Line. Atau Seperti Lazada, MatahariMall atau JD.id yang update promonya di FP nya. Jangan males membandingkan harga di setiap market place. Karena kadang harganya bisa jauh beda juga loh.
Contoh : Promo Buy 1 Get 1 di Shopee untuk produk P&G, Promo tebus murah di Indomaret.

2. Jasa Titip (Jastip)
Sekarang sudah banyak loh yang menawarkan jasa titip. Mereka ini memang suka keliling mall atau jalan-jalan keluar negeri dan counter untuk berburu diskon. Sebagian besar sudah punya koneksi dengan pegawai tokonya. Jadi begitu ada barang yang didiskon para pembuka jastip ini bakal langsung berburu. Dan kita bisa "nitip" beli. Upah jasa titipnya rata-rata berkisar mulai dari 5000 rupiah tergantung barang. Misal Jasa titip Ikea, Sepatu branded (Rebook, Adidas, Sketcher,dll). Lumayan kan kalau bisa dapet diskon sampai 70%. Biasa Jastip gini banyak di IG dan FB. Untuk jastip keluar negeri bisa dapat harga lebih murah karena tidak masuk pakai pajak.
Contoh : Saya kalau beli sepatu nunggu info diskonan 70%. Dapet Rebook diskon 70% dengan Jastip 50rb, masih jauh banget lebih murah dibanding beli di counter dengan harga normal.

3. Barang Preloved
Barang preloved bukannya barang bekas pakai? eits.. meski bekas pakai kadang kondisinya masih bagus banget. Kalau lagi beruntung kadang ada yang baru sekali pakai, tapi karena kurang cocok langsung dijual. Atau misal salah beli ukuran baju, salah beli warna bedak, dll. Atau misal barang ex-kado, karena punya barang yg sama akhirnya salah satu dijual dan harga jual dibawah harga beli normal. Bisa dicari di IG atau OLX dan Tokopedia atau Bukalapak. Untuk barang-barang yang sifatnya tidak personal (misanya Pakaian dalam. Ya masa beli pakaian dalam second hehe) bisa mengirit banyak kalau beli barang preloved.
Contoh : Saya pernah beli Bouncer baby dapet 1/2 harga aslinya dengan kondisi baru dibuka dari kotak dan belum dipakai hanya karena yg jual salah beli warna bouncer. Anaknya laki-laki Bouncernya pink. Jadi dia jual 1/2 harga saja. Yang untung ya saya pas lihat iklannya. Haha

4. Grosir
Untuk barang-barang yang akan dibeli dengan jumlah banyak bisa beli di grosiran. Misal beli pakaian dalam kan biasanya perlu banyak. Lebih murah jauh beli selusin dapet harga grosir. Kebanyakan kalau selusin? Bisa ajak teman untuk join. Nyari harga grosir dimana? Di tokopedia sekarang banyak harga grosir tetap ada batas jumlah minimum pembelian.

5. Manfaatkan promo free ongkir
untuk beberapa market place sekarang sudah banyak promo free ongkir atau diskon ongkir. Bisa dimanfaatkan bagi yang bertempat diluar pulau jawa. Atau untuk yang perlu barang secara cepat bisa menggunakan tokopedia dan Bukalapak, tersedia pengiriman menggunakan GoSend dengan tarif flat 15km dengan jarak maksimum 25km.
Contoh : Biasa untuk keperluan mendesak misal nyari barang (misal diaper) yang tidak dijual di sembarang toko, saya beli di tokopedia menggunakan gosend. Tarif hanya 15rb. Itungan Jam barangnya sudah sampai. Tanpa perlu keluar rumah macet2 menghabiskan waktu.

6. Lelang
Sekarang sudah banyak online shop yang menggunakan sistem lelang. Produk yang dilelang biasanya adalah produk yang sudah tidak up to date, atau sisa dagangan, atau juga memang sengaja dilelang. Untuk produk-produk seperti Tupperware atau oriflame misalnya banyak sekali dilelang di sosmed. Biasanya di FB atau grup jualan. Kalau beruntung bisa dapat harga lelang jauh dibawah harga normal. Tapi kalau lelang dilihat-lihat juga jangan sampai kalap "bid". Karena bukannya dapet harga murah malah jatuhnya sama aja dengan harga normal. Dicek dulu harga aslinya berapa agar kita bisa tau batas "bid" agar dapatnya dibawah itu.

So, dengan mencoba tips-tips diatas kamu bakalan bisa menghemat banyak loh.. selamat berburu ya!

Jumat, 17 Februari 2017

[Review] Makanan cepat saji "Chef Cuisine" dari Indofood


kurang satu rasa : Semur daging

Dulu jamannya masih punya anak satu, acara memasak itu masih sesuatu yang bisa banget untuk dikerjakan. Sekarang begitu anak saya sudah mencapai jumlah tiga, rasanya acara memasak itu dikerjakan sebisanya aja πŸ˜‚ Waktu saya sudah habis mengurus rumah dan anak-anak, kadang kalau lagi capeee banget pengennya makanan itu udah siap tinggal hap gitu. Pengen dimasakin, karena sesungguhnya hal yang paling bikin berat dalam acara masak-memasak itu adalah menyiapkan bahan dan cuci piringnya 😁😁😁

Sekarang sudah banyak makanan siap saji dan mudah banget untuk dapet makanan siap saji tanpa harus keluar rumah. Frozen food yang siap tinggal goreng dan panaskan, atau Catering harian, atau yang lebih populer lagi Go-Food. Bener deh Go-Food itu menggoda banget, ada promo free ongkir lah, ada promo Free buy one get one. Liat foto menu makanan di aplikasinya aja udah bisa buat cuci mata, liur mengalir dan perut krucuk-krucuk. Kita bisa akses makanan-makanan yang enak tanpa harus keluar rumah jauh dan gak pake antri. Tinggal duduk manis dan makanan datang.

Akhir-akhir ini karena saya masih setengah-setengah masaknya, kadang masal, lebih sering beli, hehe jadi saya sering stok frozen food yang siap olah dengan mudah. Istilahnya yang tinggal cemplung cemplung goreng dan panasin. Jadi waktu ada promo kemaren produk baru dari Indofood namanya "Chef Cuisine" dari harga 22.500 menjadi 9900 saja, saya langsung beli semua jenis rasanya.

Rasanya sendiri sebenernya ada 4 yaitu Rendang daging, Semur daging, Opor dan Kari Ayam. Packagingnya tebal, dibelakang ada komposisi bahan bisa dilihat disini :


Pertama saya agak under estimated sama produk ini. Begitu baca dibelakang ada tulisan Penguat rasa. Ini nih yang biasanya selalu saya hindari. Beberapa kali beli bumbu jadi begitu rasanya kok micin banget ya. Jadi begitu liat komposisi langsung mikir wah jangan-jangan rasanya micin banget. Saya agak eneg kalau masakan terlalu gurih begitu. Oh iya ini komposisi rasa Kari ayam. Sedangkan yang akan saya buka ini semur daging.

Ini satu porsi

Begitu dibuka, ternyata isinya memang sengaja dibuat untuk 1 porsi orang dewasa. Kalau untuk porsi anak-anak mungkin bisa dibagi dua. Untuk semur ayam, isinya ada daging dan kentang. Porsi kentangnya lebih dominan, bisa dimaklumi lah dengan harga segitu berharap daging banyak ya gak bisa juga ya. tapi porsinya pas untuk sekali makan. Kuahnya tidak melimpah tapi pas. Sepertinya emang udah ditakar gitu ya ukurannya emang buat sekali makan orang dewasa.

Begitu dibuka sebenarnya bisa langsung dimakan, hanya kalau mau lebih hangat bisa dipanaskan dulu. Di kemasannya ditulis bisa dihangatkan pakai air panas atau diatas kompor. Saya panaskan di microwave cukup 3 menit saja.

Rasanya.. jauh dari perkiraan. Enaakkk.. Cuma sayang untuk semur dagingnya kurang empuk buat anak-anak.

Untuk rasa lain, opor ayam, kari ayam, juga enakkk.. untuk rasa dari skala 1-10 saya kasih nilai 8. Karinya agak pedas untuk anak-anak. Pedas lada dan pala sepertinya. Untuk opornya enak. Anak-anak suka. Untuk rendang sebenernya tidak terlalu pedas ya, cuma buat ukuran anak-anak sih termasuk pedas. Dan sama seperti semur, daging pada rendangnya kurang empuk. Buat gigi orang dewasa sih oke, buat anak-anak balita masih agak kesulitan mengunyah. Jadi gimana micinnya kerasa? masih kerasa sih lidah saya bisa deteksi micin sekecil apapun hahaha.. cuma masih dalam taraf wajar, ga terlalu gurih sampe bikin eneg.

Bakal stok lagi gak? Kayaknya sih iya, ini simpel banget, tinggal manasin udah siap makan, ga seperti frozen food yang kering, ini ada 3 jenis pilihan rasa berkuah. Cuma tetep ya ini lebih ke makanan pengganti darurat. Seperti mie instan. Kalau kepepet doang makanannya. Diupayakan dulu yang lebih sehat dan lebih "homemade". Tapi keseluruhan saya sukaaaa. saya kasih nilai 9. πŸ˜„


Ps : tulisan ini ga ada maksud iklan atau tujuan apapun. Murni review saya sendiri πŸ‘Œ


Minggu, 12 Februari 2017

Edisi Valentine, Single dilarang Baper, Double dilarang Mupeng

Tiap pasangan rata-rata pasti punya theme song ya? Lagu yang akan mengingatkan kita akan pasangan kita, lagu yang waktu didengarkan sambil melihat wajah pasangan otomatis membuat senyum kita mengembang dengan mata syahdu menatap wajah sang kekasih hati, lagu yang kalau didengarkan saat Long distance relationship sendirian di malam hari saat hujan bisa bikin air mata mengalir karena kangen, lagu yang kalau didengarkan pas udah putus bikin hati ini rasanya nyesek karena belom bisa move on 😁

Buat saya dan suami, theme song kami adalah lagu OST film Armageddon, 
"I don't want to miss a thing" by Aerosmith

Dulu.. jaman dahulu kala, sekitar hampir 9 tahun yang lalu, rasanya lagu ini itu cukup mendekati perasaan cinta kami yang sedang meluap-luap. Eciye.. berbunga-bunga cinnnn lope-lope di udara. Kami dulu begitu saling jatuh cinta banget gitu. Mau dibilang alay kek, mau dibilang abege kek, tapi emang dulu itu ya begitu. Kayaknya gak ada yang bisa pisahin kami. Rintangan apapun akan kami hadapi untuk bisa bersama. Yang paling saya ingat itu waktu saya bilang ke sang Pacar kalau Papa saya galak dan udah wanti-wanti kepada anak perempuan pertamanya ini untuk mencari pasangan yang seagama dan sesuku. Dimana sang pacar saat itu ya tidak seagama (kristen dan katolik itu berbeda loh katanya) dan boro-boro jelaslah tidak sesuku. Berani melanggar siap-siap menerima norma dikucilkan dari keluarga. Dan sang pacar dengan gagahnya seperti pangeran kuda putih yang siap menyelamatkan sang puteri cantik dari menara dan naga api berkata "Aku ga perduli papamu galak, mau aku masuk UGD demi dapetin kamu, aku gak peduli yang penting aku dapetin kamu!" Uhuk!! 

Wanita mana sih yang gak melted diperjuangkan seperti itu? 


Singkat cerita kami menikah. mengenai apa yang kami perjuangkan dan korbankan hanya kami yang tau. Sempat menjalani long distance marriage Jakarta-Papua, selayaknya pasangan yang masih hot hot hot hot hot banget (Noh sampe 5x hotnya), Sang pacar yang berganti nama menjadi Sang suami mengumpulkan receh demi receh untuk membeli tiket dimana harga tiket Jakarta-Papua PP itu dulu paling murah seharga 1 bulan Gajinya. Kata siapa Pilot bebas naik pesawat? Pas jadi supir iya, jadi penumpang ya bayarlah. πŸ˜‚ Gajinya masih training lagi masih sebesar gaji Pokok PNS Gol 3 πŸ˜€ Begitu ketemu, perasaannya gimana? ya persis kayak di lagu ini! Lagu ini mendeskripsikan dengan jelas dan tepat banget.


"I Don't Want To Miss A Thing"

I could stay awake just to hear you breathing
Watch you smile while you are sleeping
While you're far away and dreaming
I could spend my life in this sweet surrender
I could stay lost in this moment forever
Every moment spent with you is a moment I treasure

Don't wanna close my eyes
I don't wanna fall asleep
'Cause I'd miss you, baby
And I don't wanna miss a thing

'Cause even when I dream of you
The sweetest dream would never do
I'd still miss you, baby
And I don't wanna miss a thing

Lying close to you feeling your heart beating
And I'm wondering what you're dreaming,
Wondering if it's me you're seeing
Then I kiss your eyes and thank God we're together
And I just wanna stay with you
In this moment forever, forever and ever

I don't wanna close my eyes
I don't wanna fall asleep
'Cause I'd miss you, baby
And I don't wanna miss a thing

'Cause even when I dream of you
The sweetest dream would never do
I'd still miss you, baby
And I don't wanna miss a thing

I don't wanna miss one smile
I don't wanna miss one kiss
Well, I just wanna be with you
Right here with you, just like this

I just wanna hold you close
I feel your heart so close to mine
And just stay here in this moment
For all the rest of time

Saat malam hari dan kami hanya saling menatap penuh cinta dan tersenyum... 
"Sebesar apa kamu mencintaiku?"
"Tidak ada kata yang bisa menggambarkan sebesar apa cintaku padamu, hanya hati yang penuh sesak meluap-luap... bagaimana aku bisa mengatakannya? tidak akan bisa. tidak ada yang pas. Kenapa e sa bisa begitu cinta ko begini?"

Bagaimana bisa cinta menjadi suatu kekuatan yang begitu powerfull. 

"Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!” Kidung Agung 8:6

Love is blind. Ini kita setuju? Menurut Dr. Helen Fisher dalam penelitiannya di bidang psikologis ,cinta dan hubungannya dengan nuerologis, Saat orang sedang jatuh cinta, bagian otak untuk berpikir rasional itu seperti tidak berfungsi, karena tertutupi oleh perasaan cinta yang meluap-luap. Itu sebabnya menasehati orang yang sedang jatuh cinta itu seperti bicara dengan tembok. Mental. πŸ˜ƒ Satu-satunya cara bisa melihat itu kalau orangnya sudah nabrak temboknya. 

Begitu memasuki dunia pernikahan, biasanya mulai "terbuka". Segala kekurangan yang tadinya kelihatan permukaannya saja mulai kelihatan jelas. Yang tadinya berkata "aku tau kok kekurangannya dan bisa aku terima apa adanya." Begitu menikah menjadi "aku gak nyangka kok dia begini amat ya" Karena saat dua menjadi satu maka tidak ada yang menutupi mereka dan mereka bisa melihat dengan jelas satu sama lain. Kalau begitu masa sih mau pisah dengan alasan gak cocok? telat dong ah, pas pacaran buka mata lebar-lebar kalau sudah menikah itu waktunya tutup mata. Tinggal nerima aja karena itu pilihan kita. Jangan terbalik ya. πŸ˜‰

Setelah 6 tahun pernikahan kami, kalau saya flash back ke jaman pacaran dan awal-awal tahun pernikahan yang begitu panas membara, dibandingkan dengan tahun-tahun kebelakang ini, begitu berbeda. Asmara atau sesuatu yang menggebu-gebu itu berubah melembut, lebih mature, lebih dewasa. ummm kata yang tepatnya mungkin adalah Kasih. Kalau diumpamakan pernikahan itu menjadi gabungan dari Love, Lust dan Commitment. Kalau awal menikah porsi Lust dan Love mungkin mengambil porsi terbanyak, seiring berjalan waktu maka commitment yang akan menjadi porsi terbanyak. BUkan berarti mengurangi porsi yang lainnya, tetapi sama-sama bertumbuh dan menjadi seimbang. Komitmen lah yang akan membuat kita menerima pasangan kita benar-benar apa adanya. Komitmen lah yang akan membuat kita bersedia  mengesampingkan ego kita dan mendahulukan pasangan kita. Komitmen itu lah yang akan membuat kita bertahan bersama membangun keluarga sampai maut memisahkan.

Sesuatu yang merubah perkataan "kamu ini kebiasaan deh kayak gini" lengkap dengan muka cemberutnya berubah menjadi "ya begitu memang kamu itu" sambil tertawa menertawakan kebiasaan jelek pasangan. Sesuatu yang bisa membuat kita sama-sama tertawa melihat segala hal yang tadinya bikin kita jengkel seperti misalnya iseng kasih bau kentut tepat dimuka. πŸ˜‚

Karena someday.. just someday.. saat salah satu sudah tidak ada hal-hal seperti itulah yang akan kita rindukan. 

Seperti judul diatas, yang single dilarang baper. Karena selama kamu tidak punya panggilan untuk hidup selibat, maka kamu dan jodohmu mungkin sedang dipersiapkan agar saat kalian bertemu kalian sudah sama-sama dewasa dan siap lahir batin. tetap percaya bahwa segala sesuatu akan berada pada saat yang tepat dan waktu yang tepat bersama dengan orang yang tepat. Buat yang Double dilarang mupeng. Tidak perlu membandingkan setiap kisah cinta satu sama lain. Kisah Cintamu sudah dirajut dengan unik oleh Tuhan. Coba bisa dilihat lebih dalam lagi dan pasti kamu akan terkagum-kagum dengan cara Tuhan menata kisah cintamu. 

dan ingat Cinta bisa menjadi surga dunia tapi bisa juga menjadi neraka dunia. Tergantung dengan siapa kamu menjalaninya 😊

Happy Valentine semuanya... 
-XOXO-


Rabu, 08 Februari 2017

Ayaka

Namanya Ayaka, dinamakan begitu karena kata ibunya dia lahir saat musim panas di Jepang dan arti namanya berarti ceria. Rasanya nama itu cocok sekali untuk Ayaka. Sepanjang ingatanku, sejak 4 tahun lalu saat pertama kali bertemu dengannya sampai saat ini tak pernah aku melihatnya menangis. Senyuman lebar selalu ada di bibirnya. Sesekali wajah itu terlihat merengut kesal atau terdiam merenung tapi tidak pernah terlihat air mata mengalir di pipinya.

"Ibumu tu cocok kasih lo nama begitu, ya.. lo kayak happy terus. Gak ada beban hidup kayaknya"
"Ada kali mbak, cuma ga keliatan aja. hahaha" tawanya renyah sekali

Dia selalu memanggilku mbak, meski usia kami sebenarnya hanya terpaut 3 tahun. Pernah aku memintanya untuk memanggilku dengan nama saja dan dia tidak mau. "Gak sopan ah" ujarnya.

Dan kali ini wajah yang selalu tersenyum itu tampak basah oleh air mata di hadapanku. Tanpa sadar aku mulai mengerjapkan mata sekedar memastikan itu adalah air mata dan bukan tetesan air hujan dari atap cafe yang sedang kami tempati ini. Aku mencondongkan badanku penasaran ingin bertanya tapi ahh.. baru kali wajahnya tampak begitu sedih, membuatku kelu tak tega rasanya ingin bergurau mengenai air mata itu.

"lo kenapa,ya?" hanya itu yang bisa aku ucapkan. Aku bahkan kehilangan kata-kata melihat wajahnya saat itu.
"aku positif HIV mbak"
ingin rasanya aku bertanya "HIV? kok bisa? gimana ceritanya?" dan sejuta pertanyaan lain, tapi yang keluar dari bibirku hanya sebuah gumaman. Ayaka pun tidak melanjutkan ceritanya. hanya itu. Sebuah kalimat pernyataan yang mengundang banyak tanya.

Disitu, bersamaan dengan hujan turun, aku melihat air mata Ayaka mengalir dan bahunya mulai bergetar menahan tangis dan aku hanya bisa memeluknya. Kami terdiam, berpelukan dan menangis bersama.

Pikiranku mulai menelaah perkataannya. HIV? Bagaimana bisa? Ayaka yang kukenal adalah wanita baik-baik. Sesekali berkencan dengan teman pria tapi hanya sekedar makan malam atau pergi ke cafe. Aku tahu betul karena Ayaka selalu bercerita mengenai semua pria-pria yang sedang dekat dengannya. Ah, Ayaka... 4 tahun aku mengenalmu tapi kini bahkan mungkin ternyata sebenarnya aku tidak mengenalmu sama sekali.

Ntah berapa lama aku terdiam dan Ayaka perlahan mulai berhenti menangis, hanya sesekali air matanya turun. Beberapa pengunjung cafe mulai melirik ke arah kami, merasa iba atau hanya sekedar penasaran dengan situasi yang terjadi.

"Aku dulu punya pacar mbak, 5 tahun lalu. Kami pacaran sudah lama 2 tahun." Ayaka mulai bercerita. Aku menyeruput kopi hitam berusaha mendengarkan dengan seksama meski pikiranku mulai bercabang-cabang berusaha menerka jalan ceritanya.

"Saat perayaan hari jadi kami yang kedua, waktu itu..mmm.." Ayaka tampak mulai canggung, antara enggan melanjutkan tetapi ingin bercerita.

"Gimana ya mbak nyeritainnya, pokoknya ada kesempatan dan tiba-tiba ya begitulah.. tau kan mbak" ia menatapku dengan ekspresi berusaha menjelaskan maksudnya dengan matanya. Tangan kanannya meremas-remas gelas dihadapannya. Gugup.

"Maksudnya berhubungan?" tanyaku perlahan.

"Ya itu" Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Kegugupannya menular, aku pun mulai merasa tidak nyaman dengan arah pembicaraan ini. Aku mungkin sudah menikah, tapi rasanya tidak pernah bercerita tentang hal seintim ini meski dengan sahabatku sendiri.

"Gak lama setelah kejadian itu, dia kena sakit cacar air. 6 minggu kemudian dia meninggal" Ia melanjutkan. Lalu terdiam kembali.

Hening

Kenapa aku tidak bisa berkata-kata. Bahkan kalimat turut berduka saja tidak berhasil keluar dari mulutku.

"Aku gak percaya mbak masa cuma cacar air meninggal, teknologi kita kan sudah canggih. Aku tanya sama mamanya, akhirnya mamanya cerita kalau anaknya positif HIV. Itupun beliau kasih tau setelah aku desak mbak. Katanya beliau pun taunya waktu di RS pas pacarku masih dirawat. Infeksi. Daya tahan tubuhnya melemah langsung drop. "

Ayaka memanggil pelayan cafe, meminta minuman kedua.

"Waktu itu aku pikir saat ditinggal adalah waktu terburukku. Ternyata gak. Berita hari ini lebih buruk mbak. Aku baru tau hari ini kalau aku tertular. Hanya sekali melakukan dan aku tertular!! Antara kesal, sedih, campur aduk. Aku harus gimana mbak? 5 Tahun aku berusaha melupakan semuanya dan dalam itungan detik semua kembali. Bang!!" Tangannya mengepal. Antara kesal dan sedih. Aku tidak tahu pasti ekspresinya saat itu.

"Itu yang bikin aku selama 5 tahun ini ragu punya pacar,mbak. Rasanya sulit menemukan lelaki yang tulus menerima masa laluku. Mungkin aku yang sulit percaya juga. Tambah lagi tentang ini. Gimana coba?" air matanya mengalir kembali. Aku mencari tisu di dalam tas. Mataku sudah tidak bisa fokus mencari barang-barang didalam tasku.

"Aku ga tau harus ngomong apa,ya... " akhirnya aku berkata-kata dan yang keluar hanya sebuah kalimat bodoh tidak berarti. Ayo kasih semangat. Otakku berusaha mencari kalimat yang pas tetapi tampaknya otakku sedang tidak bisa berpikir. Aku benci situasi ini.

"Gak apa-apa mbak, aku cuma pengen cerita aja. Hah.. udah lega. Aku udah selesai nangis. Udah" Ayaka menarik nafas panjang beberapa kali dengan mata tertutup. Saat ia membuka mata, bibirnya tersenyum manis. Sama seperti Ayaka yang biasa kukenal.

"udah? Lah.. trus gimana? lo ga lanjut ceritanya ni? that's it?? udahan??" Serasa tak percaya aku bertanya keheranan, bagaimana bisa ada orang yang beberapa saat lalu sedih luar biasa lalu sekarang wajahnya biasa saja seperti tidak ada masalah.

"Udah mbak.. jangan gitu ah, ntar ak inget lagi loh. Mumpung udah hilang ni sedihnya. Masih sedih sih, tapi better lah. Cerita lengkapnya kapan-kapan aja. Kalau aku mood cerita lagi. Sekarang udahan ya. Aku mau cerita yang lain aja. Jadi gimana proyek kerjaan mbak kemaren" Ia mencomot cake coklat yang dari tadi belum tersentuh.

"Mbak! jangan liatin aku gitu ah" tangannya mengibas-ngibas di depan wajahku yang masih melongo keheranan.

"Ya... lo tu ya.. ampun deh! Gue gak tau lagi dah. Bisa ya lo nangis trus tiba-tiba haha hehe begini. Trus lo kalau udahan itu gimana? maksudnya gimana? Lo ga mikir trus gimana? Atau apaaa gitu?" tanyaku gemas.

"Ntar aja mikirnya, lagi males. Ngabisin kue dulu ya" ujarnya sembari asik mengunyah.

Setelah itu waktu kami hanya berbincang ringan, tanpa mengungkit apapun tentang hal yang baru saja ia ceritakan. Saat berpamitan pun wajahnya tersenyum, mencium pipiku dan melambaikan tangannya. Aku menatap punggungnya yang berlalu pergi. Pikiranku masih ingin meneruskan pembicaraan kami. Sudahlah mungkin lain kali saja.

"Gue ga tahu kenapa lo diberi cobaan seperti ini,Ya.. be tough,Ya..lo pasti kuat" bisikku dalam hati.

Hari-hari berikutnya kami hanya saling menyapa di sosmed, kesibukanku pada proyek yang sedang aku jalankan membuatku tidak punya waktu luang untuk bertemu Ayaka. Postingannya di sosmed masih seperti biasa, ringan, cerdas, ceria. Tidak akan ada yang menyangka apa yang sebenarnya sedang dia hadapi. Belakangan aku melihat foto-fotonya di sosmed sedang aktif kampanye anti HIV dan edukasi di dinas sosial tentang HIV/AIDS. Harus seperti inikah jalan hidupmu,Ya? Menjadi contoh untuk kemudian menjadi inspirasi agar tidak banyak orang yang jatuh kedalam lubang yang sama? Tapi kenapa harus kamu? Kenapa tidak orang lain? Apa karena Tuhan tau bahwa cuma kamu yang kuat untuk mengatasi hal ini? Dan cuma kamu yang bisa tetap tersenyum disaat orang lain yang bernasib sama langsung merasa tidak mempunyai harapan hidup lagi? Agar kamu bisa menjadi penyemangat bagi orang lain itu?

Dia Ayaka, Wanita ceria yang lahir di Musim Panas Jepang. Tetaplah tersenyum sahabatku. Meski hidup terkadang kejam, akan selalu ada senyummu yang akan membuatnya indah.

Minggu, 05 Februari 2017

Wadah makan dan minummu sehat tidak?

Dulu jaman saya masih "muda" rasanya semua tempat penyimpanan itu sama saja. Terbuat dari bahan plastik dan bisa dipakai berulang kali. Contohnya botol air mineral biasa saya pakai berkali-kali.  Lah wong diajarin dirumah buat irit, sepanjang yang saya ingat gak pernah tuh saya bawa bekal tempat minum. Biasanya ya beli air mineral botolnya dicuci trus dipakai berulang kali sampai kira-kira agak buluk gitu baru ganti lagi hahaha.

Sejak punya anak, nambah pengetahuan kalau ternyata ada berbagai jenis plastik loh. Ada yang aman untuk dipakai berulang kali tapi ada juga yang hanya bisa dipakai sekali saja. Taunya dari mana? dari kode di plastiknya. Semacam lambang segitiga dengan angka didalamnya. Biasanya berkisar dari 1-7. Wadah yang aman untuk dipakai berulang kali dan paling baik dan biasa dipakai untuk makanan  berkode 5. Standar wadah untuk makanan yang baik adalah "food grade". Biasa ditandai dengan lambang sendok garpu. Wadah yang baik harus BPA Free (Wadah yang mengandung BPA akan memberi dampak buruk pada kesehatan otak dan pemicu kanker), biasa tertulis di wadah dengan tulisan aja "BPA Free". 

Dan sejak itu setiap saya membeli wadah baru maka 3 lambang itu akan menjadi syarat utama. Food Grade,  BPA Free, dan kode PP5.

Lalu, mulailah pengetahuan baru lagi, sejak saya membeli microwave ternyata ada beberapa plastik yang tidak direkomendasikan untuk microwave dan freezer. Jadi perlu wadah plastik yang memang khusus untuk microwave atau freezer. Lambang kotak dengan gelombang untuk microwave dan gambar bunga salju untuk wadah yang untuk freezer. Nah pernah ni saya kan punya piring melamine biru dibelakangnya sih ada tulisan aman sampai 120℃ trus saya pakailah di microwave untuk manasin ikan, dan akhirnya warna biru melamine dibawah ikan menjadi putih dan sekarang saya punya piring melamine biru dengan corak putih berbentuk ekor ikan πŸ˜‚ dan sejak saat itu saya betul-betul memperhatikan lambang jangan sampai lambang hanya sekedar lambang saja.

Bahkan wadah terkenal seperti Tupperware pun tidak semua jenisnya bisa untuk microwave dan freezer setebal apapun wadah itu, kecuali ada lambangnya.



Lalu, saya melihat iklan di sosmed. Racun bener emang ni iklan, tampilannya menggoda banget. Wadah microwave dan freezer safe tapi dengan harga yang miring. Gak semahal harga merk terkenal itu lah. Dan saya beli trial kit nya. Kok ga beli yg biasa aja? Saya emang pengen liat dulu contohnya. Kalau bagus kan bisa sekalian dijualin gitu *otakbisnis

Pas sampai yang dikirim ada 3 jenis. Satu wadah saji, satu kontainer kecil, dan satu botol untuk infused water.



Ternyata dibuat oleh Green leaf
Ini loh lambangnya
Penguncinya tanpa karet tapi kedap udara



ini sepertinya buat gantungin botol
ini keren mewah banget
Dan saya puassss..... bisa dapat produk bagus dengan harga ramah kantong. Ssstt ini produk Indonesia loh, katanya mereka kerjasama dengan pembuat plastik seperti Green leaf dan Lion Star so bahannya sudah pasti terjamin dong kualitasnya. Minat kepoin katalognya atau cuma mau tanya2 juga boleh banget bisa japri atau tinggalkan pesan dibawah yaaa..


Template by Rumah Es