Jumat, 08 Desember 2017

Saat memilih wajan sama kayak milih jodoh



Salah satu perkakas dapur yang pasti ada di setiap rumah itu adalah wajan. Begitu Nikah pertama kali yang dibeli selain kasur adalah kompor dan wajan. Hahahaa.. dan wajan ini ada banyak jenis bahannya juga loh.. Percaya gak percaya proses pencarian wajan yang cocok ini lamaaaa milihnya. Kayak milih jodoh.. hahaha 
Ini adalah beberapa jenis bahan wajan yang pernah saya pakai.

1. Alumunium
Jaman dulu wajan pertama yang saya beli itu wajan biasa yang berwarna silver yang biasa dijual di pasaran itu loh. Alumunium bahannya. Begitu mau nambah wajan, googling goolging ehhhh ternyata wajan alumunium itu sudah tidak direkomendasikan karena saat proses pemanasan bahan alumunium itu mudah larut dalam makanan. efeknya tidak langsung terlihat tapi nanti pas tua resiko terkena Alzheimer. Ngeri ya.. meski tampaknya kajian ilmiahnya masih pro kontra semacam micin, tapi akhirnya saya mulai stop pakai alumunium.

2. Teflon
Nah akhirnya saya beralih ke teflon. Teflon ini sebenernya dasarnya ada juga yang pakai alumunium karena sebenernya alumunium itu adalah penghantar panas yang baik. Jadi untuk menyiasati agar kandungannya tidak larut dalam masakan maka diberi pelapis warna hitam biasanya. Salah satunya adalah teflon. Teflon ini anti lengket. Tapiiii sekali pelapisnya sudah terkopek ya sebaiknya jangan dipakai. Karena lapisannya juga menjadi racun kalau masuk ke makanan. Dan jeleknya teflon ini gampang banget rusak kalauu penggunaannya slebor gak bener. Berhubung dulu ya nyuruh pembantu juga untuk goreng-goreng dan mereka mereka itu sudah diajari cara pakai dan cuci yang bener tapi tetep aja bandel jadi kadang baru beli sebulan udah rusak. Errr... boros ya

3. Ceramic
Ini juga sama. Ini sebenernya nama bahan pelapis. Dasarnya ada yang alumunium ada yang stainless. Hanya atasnya dilapisi dengan yang namanya ceramic. Ceramic ini lebih awet dibanding teflon. Ciri khasnya adalah pelapis yang berwarna putih tulang. Ceramic ini anti lengket (penggunaan tanpa minyak bisa). Namun tetap penggunaan harus hati-hati dan menggunakan sutil kayu atau silikon. Ceramic saya bertahan 6 bulan sebelum mulai terkopek. Hiks

4. Hard Anodized
Kapok dengan bahan yang mudah terkopek, cara membeli wajan Hard Anodized. Katanya bahan dari Hard Anodized ini lebih kuat dari stainless steel dan anti lengket. Memang kuat sih. Bahkan saya cuci pakai sabut besi dan pakai sutil besi pun tidak tergores. Enak banget kalau dicuci tinggal gosok pakai sabut besi. Tapiiii tetep masih lengket tuh. Misal untuk goreng ikan masih lengket sayang banget deh kadang bagian kulitnya nempel dan daging ikannya ikut hancur. Huhuhu

5. Stainless Steel
Nah Saya punya 1 frypan berbahan Stainless Steel. Kenapa saya pilih stainless soalnya untuk frypan ini saya paling sering pakai untuk harian dan saya maunya yang awet. Sekalian mau coba untuk bahan stainless itu gimana sih. Ternyata bahan Stainless pun ada gradenya loh.. makin tinggi gradenya berarti makin bagus kualitasnya. Makin awet dan gak lengket. Saya beli yang gradenya paling bagus ni.. dan ternyata ga lengket. Meski tetap ya harus pakai minyak tapi ga selengket Hard anodized. Penggunaannya pun pakai sutil besi atau sabut besi boleh banget. Aman. Makin bagus kualitas Stainlessnya biasanya makin berat. dan wajan saya beraaatt dan tebal. Hahaha

6. Baja Hitam
Karena saya belum menemukan wajan yang cocok. Wajan itu maksudnya wajan lengkung ya. Bukan frypan yang ceper. Biasa saya masak di wajan itu untuk bahan-bahan yang berkuah. Akhirnya saya membeli bahan baja hitam. Nah baja hitam ini juga ada banyak jenisnya. Saya beli dari taiwan yang kualitasnya jauh diatas wajan baja hitam dari china. Harganya juga beda hampir 2x lipat. Sepintas tipis tapi awet dan ringan. Dibilang anti lengket juga iya. Setidaknya untuk goreng ikan atau masak nasi goreng ga lengket lah. Tapi tetep harus pakai minyak. Karena dia emang ga ada pelapis anti lengket yang seperti teflon atau ceramic. Sampai sekarang ini wajan yang paling kepake dan paling awet. So so lah sama stainless cuma bedanya ini lebih ringan. 

7. Diamond Coating
Berhubung saya perlu satu wajan anti lengket yang bener-bener anti lengket. Pengennya bisa memasak tanpa minyak tapi awet. Ceramic dan teflon kan udah coret lah ya. Akhirnya saya nemu ni bahan yang awet dan anti lengket. Diamond Coating. Saya beli yang basenya kuat (Stainless) dan diatasnya pakai diamond coating. Liat reviewnya sih bahkan untuk memasak paku pun bisa dioseng tanpa tergores. Menggoreng telur tanpa minyak juga bisa. Dan memang bener saya pakai goreng telur bisa tanpa minyak sama sekali. 



Untuk liat semua penampakan jenis wajan cek video ini ya :


Dan pencarian akan wajan saya sepertinya cukup sampai disini. Yang saya pakai sekarang sih wajan baja hitam (wajan lengkung), Diamond coating (model wok) dan stainless steel (frypan).

Ps : Untuk Panci saya cuma pakai bahan stainless steel agar awet. Tapi Panci itu cuma kepake buat masak air atau rebus indomie πŸ˜„


Minggu, 17 September 2017

Liburan (Rempong) Bersama Tiga Balita ~ Itinerary Bali 5D 4N (Hari 4 dan 5)

Hari Keempat 


Tadinya di hari keempat ini kami mau ke Bali Safari dan Marine Park, tapi ternyata disana itu mobil tidak bisa masuk dan harus berjalan kaki atau naik mobil keliling yang disediakan. Dan tampaknya wahananya tidak sebesar Taman Safari Bogor. Jadi kami skip saja.

Itinerary hari keempat :
- Monkey Forest
- Makan siang di Bebek Bengil
- Goa Gajah
- Pasar Seni Sukawati

1. Monkey Forest

Monkey Forest terletak di wilayah Ubud. Dari Kuta sekitar 2 jam perjalanan. Di ubud sendiri banyak wisata menarik seperti air terjun, museum seni, Tirta Empul dll tapi tampaknya tidak cocok untuk membawa anak-anak. Tiket masuk Monkey Forest termasuk lebih mahal dibanding objek wisata lain untuk dewasa 50.000 IDR dan anak-anak 40.000 IDR. Dari mulai pintu masuk sudah tampak beberapa monyet berkeliaran. Ada tanda papan peringatan untuk tidak memandang langsung mata monyet mungkin untuk menghindari monyet merasa terancam dan menjadi marah. Selama berkeliling kami tidak terlalu dekat-dekat juga dan hanya bertemu dengan sepasang monyet yang sedang bertengkar tapi langsung dilerai oleh pawangnya. Ada 1 monyet yang sedang menyusui dan marah karena turis yang terlalu dekat. Mungkin takut anaknya akan diambil. 














2. Makan Siang di Bebek Bengil

Tadinya mau makan di Bebek Tepi Sawah tapi karena sudah keburu lapar dan jarak yang terdekat adalah bebek bengil jadi kami kesana. Katanya sih rasanya sama saja. Makanan disini enak. Ayam dan Bebeknya empuk dan anak-anak makan dengan lahap. tempatnya nyaman banget. Selesai makan, ternyata hujan, dan kami malas ke Goa Gajah. πŸ˜‚ Anak-anak tampak mengantuk jadi kami putuskan untuk kembali saja. 






3. Erlangga II

Pasar Seni Sukawati ada didaerah Ubud. Kalau kamu pintar menawar bisa kesitu. Tapi berhubung saya kalau beli barang jarang banget menawar tampaknya tempat itu kurang pas. Selain itu saya tidak tahu harga pasaran barang di Bali. Jadi kami putuskan untuk mampir ke Erlangga (Pusat oleh-oleh di Denpasar). Pusat oleh-oleh di Bali yang terkenal ada Krisna dan Erlangga. Harga di kedua tempat itu fix jadi kita tidak perlu repot lagi menawar. Rekomendasi teman sebaiknya ke Erlangga II karena varians barangnya lebih banyak dibanding Krisna dan tidak terlalu penuh seperti Krisna. Pertimbangan lain juga Erlangga ini searah jalan pulang ke hotel. Erlangga ada Erlangga I dan II. Kami ke Erlangga II yang lebih besar. Disitu banyak sekali barang-barang mulai dari baju, makanan, pernak pernik, lukisan, pajangan dan lain-lain. Anak-anak mengambil kalung-kalung etnik yang harganya 12.000 IDR saja. Murah ya.. 



Kami gak lama disana karena si sulung seperti biasa mengeluh pusing karena cuaca panas. Saya oles Lavender langsung baikan tapi tampaknya kami sudahi saja. Jadi kami kembali ke hotel dan beristirahat. Tampaknya dihari terakhir si sulung mulai drop mungkin karena cuaca panas dan dia agak malas minum banyak. Badannya mulai hangat dan mengeluh lehernya sakit. Oow.. tampaknya mau radang. Untung sudah mau pulang. Makan malam kami memesan Go-Food (lagi).

Hari Kelima

Untuk hari kelima ini tidak ada agenda apa-apa karena pesawat kami sudah berangkat pagi-pagi. Kami bangun sarapan dan langsung menuju bandara. Maksudnya biar sampai rumah masih ada waktu untuk beres-beres rumah dari debu dan masukkan baju ke laundry. 😊

Dan selesai sudah petualangan kami di Bali. Anak-anak aman. Hanya si sulung yang pulang dengan badan agak hangat. Tapi memang dia paling tidak kuat dengan panas sama kayak emaknya. Pulang-pulang tas kami tidak bertambah banyak. Hanya tas oleh-oleh yang tadinya terlipat jadi terbuka untuk diisi barang-barang yang dibeli disana beserta pakaian kotor. Ntah kenapa pakaian itu kalau bersih memakan volume lebih sedikit dibanding pakaian kotor hahahaa..



Jadi tidak perlu takut untuk membawa anak-anak travelling jauh. Asal semua perlengkapan mereka dibawa. Saya bawa termometer, untuk obat-obatan yang sekiranya perlu resep dokter saya bawa dari rumah. Seperti obat batuk anak, obat pilek yang membutuhkan resep dokter. Untuk obat biasa seperti obat demam saya tidak bawa. Yang paling penting saya bawa segala jenis essential oil yang jelas hampir terpakai semua. Setiap malam saya oles kaki dan perut mereka dengan thieves  untuk imun dan digize agar tidak masuk angin. Lavender selalu terpakai saat sakit kepala dan agar mereka tidur nyenyak. dan lain-lain. Tidak lupa madu dan propolis setiap malam.



Mudah-mudahan selanjutnya bisa bawa anak-anak ke luar negeri. Menciptakan kenangan  indah dan petualangan untuk mereka.

Selamat berlibur yaaa..



Liburan (Rempong) Bersama Tiga Balita ~ Itinerary Bali 5D 4N (Hari 3)

Hari Ketiga


Karena hari kedua pulang agak malam, untuk paginya kami biarkan anak-anak tidur lebih lama. Jam 8 pagi mereka baru mulai bangun dan fresh. Mandi dan sarapan sampai sekitar jam 10.00 dan kami mulai bersiap untuk perjalanan selanjutnya. Tidak lupa mainan, cemilan dan bekal air minum yang banyak.

Itinerary hari ketiga ini rencananya :
- Garuda Wisnu Kencana
- Makan siang disana
- Pantai Dreamland
- Menonton tari kecak di Uluwatu
- Makan malam di ayam goreng Plengkung

Jarak dari hotel (Kuta) ke GWK ternyata tidak begitu jauh. Sekitar 40 menit kami sudah sampai dan ternyata tutup! Hahahahaa. Kami tidak melihat ada konser yang akan diadakan disana jadi GWK ditutup untuk umum. Yahhhhh sayang sekali.. akhirnya kami lanjut ke tempat berikutnya yaitu Pantai Dreamland karena mau makan siang juga masih terlalu cepat. Ada 2 pilihan pantai sebenarnya, yaitu Pantai Panjang dan Pantai Dreamland. Kami memilih pantai dreamland saja yang lebih kecil dan lebih sedikit turisnya (kayaknya). 

Pantai Dreamland

Pantai Dreamland sendiri ternyata tampaknya ada di pinggiran kawasan perumahan, waze menunjukkan melewati perumahan dan kami distop satpam perumahannya ditanya keperluannya. Bilang mau kepantai cek mobil dan bagasi lalu diijinkan masuk. Parkiran mobil ke pantai ternyata jauh jadi disediakan mobil transport untuk menuju ke pantai. Biaya masuk untuk mobil 15.000 IDR
Kami gak lama disini karena panas banget (yaiyalah pantai gitu loh) si sulung bermain kejar-kejar ombak, si tengah ketakutan dengar suara ombak dan memutuskan untuk duduk bersama bayi dan papanya. Biaya sewa kursi pantai 100.000 IDR dapat 2 kursi.








Pulang makan siang

Cuaca sangat panas sekali dan akhirnya kami memutuskan untuk ke hotel karena mau ke Uluwatu juga kan tari kecaknya sore menjelang malam baru mulai. Makan siang sudah malas turun jadi kami pesa GoFood Ayam Goreng Plengkung. Anak-anak meminta berenang di kolam renang hotel.



Menjelang sore melihat jalanan tampaknya macet karena weekend dan kami jadi malas ke Uluwatu. πŸ˜‚πŸ˜‚ Liburan apa ini?! wkwkwkwk.. kami semua emang anak rumahan sih sebenernya. Pertimbangan juga tari kecak mulai jam 18.30 -19.30 takutnya kalau kemalaman anak-anak bisa kelelahan. 

Restorant Udang Mang Engking

Jadi untuk malam ini kami hanya keluar untuk makan malam disini. Karena banyak yang merekomendasikan tempat ini. Untuk harga masih standar restorant tapi rasanya menurut saya biasa. Tidak seheboh yang diberitakan. Tapi tempatnya memang instagramable banget. Cantik..










Postingan selanjutnya untuk hari keempat dan hari kelima.. disini





Sabtu, 16 September 2017

Liburan (Rempong) Bersama Tiga Balita ~ Itinerary Bali 5D 4N (Hari 2)

Hari Kedua


Selanjutnya di hari kedua ini kami sangat fresh karena hari pertama istirahat sangat cukup sekali. Kami sengaja membiarkan anak-anak bangun sebangunnya biar mood mereka enak dan asik diajak jalan-jalan. Karena perjalanan hari ini rencananya agak jauh-jauh. Bangun jam 7 kami sarapan dulu di hotel. Berangkat dari hotel jam 9 pagi.

Itinerary Hari Kedua :
- Pura Taman Ayun
- Pura Ulun Danu
- Makan siang di De Danau Lake View Restaurant
- Mampir Joger cabang Baturiti
- Tanah Lot
- Mampir di Krisna membeli oleh-oleh
- Makan malam di Krisna Galery atau di Ayam Betutu Gilimanuk

1. Pura Taman Ayun

Kunjungan pertama kali hari ini adalah ke wilayah Bedugul dan sekitarnya. Bedugul sendiri ternyata lokasinya ada di bagian atas Bali. Dari Kuta ke Pura Taman Ayun sekitar 1 jam lebih. Lokasinya mudah didapat, tidak sulit semua ada di waze hahaha..

Sampai disana sudah banyak turis berbaju terbuka dan bercelana pendek padahal saya kira tidak diijinkan masuk pura dengan celana pendek tapi ternyata dibolehkan. Tiket masuk 10.000 IDR. Untuk turis mancanegara tiket diberlakukan harga 2x lipat. Hanya ada papan peringatan bahwa wanita yang sedang haid tidak diperbolehkan untuk masuk kedalam pura.

Gerbang utama menuju Pura Mobil parkir disini












2. Pura Ulun Danu

Selanjutnya kami lanjut ke Pura Ulun Danu yang ternyata jaraknya masih 1 jam perjalanan lagi dari Pura Taman Ayun. Anak-anak untungnya tidak rewel dan tertidur. Penting untuk memberi anak-anak minum setiap jam dan cemilan karena udara Bali sangat panas, dan si sulung punya penyakit sakit kepala kalau udara terik. Untung bawa oil young living komplit. Oles Lavender di kepalanya dan dia langsung baikan dan tertidur pulas. Masih ada 1 jam untuk mereka tidur dulu. 
Bangun tidur karena mungkin belum tertidur pulas ditambah cuaca yang panas banget, si tengah mulai rewel dan menangis. Dibujuk lihat danau dan belanja hatinya mulai enakan. Yayaya.. anak kecil paling suka diajak belanja kan, untuk traveling seperti ini biasa memang saya budgetkan anak-anak untuk membeli sesuatu setiap jalan-jalan mengantisipasi badmood. Tidak harus mainan yang mahal, terkadang dibelikan coklat saja mereka sudah senang. Karena biasanya dirumah untuk makan coklat saya batasi. πŸ˜„ dan akhirnya disini mereka belanja rok tutu rainbow kembar seharga 50rb.
Tiket masuk dewasa 20.000 IDR
anak-anak 15.000 IDR



ada area bermain anak-anak
 Anak-anak mulai gak betah karena panas dan saya biarkan mereka bermain dulu agar mereka senang. 



dan mereka mulai happy dan mau diajak foto


mereka memilih sendiri mau foto dimana. Dan ini sebenarnya tempat sampah hahaha

Gak bawa tongsis jadi terpaksa foto selfi ala kadarnya


3. Makan Siang di De Danau Lake View Restaurant

Anak-anak sudah mulai lapar karena jam sudah pukul 13.00 dan restaurant ini letaknya persis di seberang Pura Ulun Danu. Sebenarnya di dalam pura juga ada food court beberapa tapi sepi dan karena restorant ini direkomendasikan oleh teman jadi kami kemari. Menunya sih banyak seafoodnya, kami memesan Ikan Gurame kering yang ternyata bisa untuk 3 orang, Ayam saos special, Tumis Bayam ala Inggris, dan minuman milkshake dan es teh manis (sumpah seger banget minum es teh manis di panas terik). Harga standar restorant seafood. Menurut saya harga masih wajar sih. Kalau dibandingkan dengan fastfood di mall ya jelas lebih mahal disini 😊 Rasanya tidak mengecewakan. Enak semua

4. Joger cabang Baturiti

Selesai makan kami lanjut ke Joger cabang Baturiti yang searah dengan jalan menuju Tanah Lot. Jadi gak muter-muter lah. Anak-anak sempat membeli cemilan dan mereka sudah asik melihat-lihat rok tutu baru mereka dan sibuk ngobrol satu sama lain sambil main (oh iya sepanjang perjalanan mereka selalu disediakan mainan biar gak bosen. sekali-kali bolehlah diberi game di tablet). Di Joger ternyata banyak banget barang unik-unik huhuhu.. Akhirnya beli beberapa baju untuk keluarga (inget kan memang sudah dibudgetkan untuk belanja baju yang akan dipakai dihari ke 4 dan ke 5 πŸ˜‚). Keluar dari Joger pukul 16.00.

5. Tanah Lot

Dari Joger ke Tanah Lot ternyata memakan waktu 1,5 jam perjalanan. weww lumayan banget ya.. tadinya mau balik hotel tapi ternyata Tanah Lot ini ya searah hotel jadi yasudah kita mampirkan saja. Sampai disana pas ternyata waktunya sunset. Daaaannnn penuh banget sama turis. Ampun setiap sudut ada orangnya. Sebenarnya ada spot cakep dari atas tapi melihat kondisi anak-anak sudah mulai lelah dan sudah mau malam jadi kami hanya berdiri melihat di pantainya. Anak-anak yang belum pernah ke pantai terpesona melihat ombak bergulung karena mereka biasanya hanya melihat dari youtube. Si sulung mengajak ke laut untuk memegang ombak πŸ˜‚ disini kami cuma sebentar saja untuk berfoto lanjut pulang. Belanjaan anak-anak disini adalah gelatto (es krim ini kayaknya dimana-mana jual Gelatto). 
Tiket masuk dewasa 20.000 IDR
anak-anak 15.000 IDR







6. Pulang Hotel

Kami sudah gak kuat mampir untuk membeli makan. Anak-anak sudah tertidur dimobil dan ternyata perjalanan dari tanah lot ke hotel itu muacettt. Sampai Hotel jam 20.00 kami langsung memesan room service saja. Setelah mandi langsung tidur tidak lupa minum madu, vitamin dan oles oil untuk daya tahan tubuh dan penghilang lelah kaki.
Hari kedua ini menjadi hari yang paling melelahkan. Tapi untungnya anak-anak tidak terlalu rewel karena ada sogokan disetiap spot hahaha..

Lanjut next postingan untuk hari ketiga.. disini




Template by Rumah Es