Senin, 26 Juni 2017

Roti Homemade dengan Bread Maker Rebread



Suatu hal yang membanggakan sekali kalau bisa membuat berbagai makanan homemade sendiri. Selain lebih sehat pastinya. Tapi tidak semua orang bisa memasak loh, dibutuhkan latihan dan kreasi dalam memasak dan membuat makanan. Apalagi olahan tepung seperti roti, agak-agak susah susah gampang ya buatnya. Meski resep sudah diikuti secara pasti tetap saja ada aja yang bikin kita gagal. Tapi gimana kalau ada alat yang cukup dengan dipencet-pencet saja langsung jadi makanan? ughh pastinya bikin happy ya hahaha..

Bread Maker.. sebenernya sudah lama saya pengeeennn banget punya alat ini. Cuma masih sayang-sayang uangnya karena masih dipakai untuk beli alat lain yang lebih diperlukan misalnya presto, oven, dll. Saya paling suka masak memasak, buat berbagai cemilan dan panganan, dan hobi koleksi berbagai peralatannya juga pastinya. Salah satu list saya itu bread maker ini. Dan jatah jajan bulan ini bisa untuk beli ni. Pas banget lagi ada diskon hari raya juga lumayan ngirit 500rb. ngiler kan.. Akhirnya saya beli bread maker. Merknya Rebread. Harga promo 1.980.000 dari harga normalnya sekitar 2,4jt sekian.

Kenapa pilih rebread? karena lagi promo! πŸ˜‚ gak juga sih, meski itu termasuk salah satu faktor pendukung paling penting. tadinya mau beli merk kenwood yang lebih afdol karena selain sudah punya brand, juga udah terkenal kualitasnya lah. Tapi baca beberapa review ada yang menyarankan rebread ini karena katanya hasilnya lebih lembut dibanding kenwood. Harga nya juga masih dibawah merk kenwood atau merk lain seperti panasonic. Oh iya satu lagi di rebread ini ada mode untuk selai dan youghurt dimana di kenwood tidak ada mode ini. mungkin ada di mode lain tapi untuk harga yang sama ga ada menunya. Jadi di rebread ini ada 22 menu, saya beli rebread RB250. ada tipe satu lagi yang hanya 19 menu, jadi ini semacam generasi keduanya lah. Dan Rebread ini banyak free nya. ada sarung tangan, gelas ukur, sendok ukur, buku menu, sampai timbangan digital.

Breadmaker ini sebenernya simplenya adalah masukin semua bahan setting menu dan voilaa keluar jadi roti. Tapiiii plis jangan bayangkan dia bakal keluar jadi roti manis, donat, dsb ya πŸ˜‚ Dulu saya mikir begitu soalnya (katrok) saya bingung membayangkan betapa canggihnya mesin masukin bahan doang keluar jadi berbagai macam roti. Ini tidak betul ya! πŸ˜‚πŸ˜‚ Breadmaker ini bisa ngulenin adonan, bisa fermentasi, bisa manggang. tapi tetap untuk membentuk dan membuat isian ya manual. Kecuali untuk roti tawar bisa langsung cemplung cemplung jadi roti deh.

Kelengkapan rebread

Dibawah ini hasil percobaan saya membuat roti tawar dan donat pakai rebread.

ROTI TAWAR

Untuk membuat roti tawar itu paling simple. Siapkan bahan. Masukin bahan. Setting ke menu roti tawar. Pilih menu ukuran roti (saya buat 700gram). Pilih menu pinggiran mau terang,sedang atau gelap (saya pilih terang). Tunggu 3 jam sampai alarm bunyi tanda selesai. Voila keluar roti tawar wangi fresh from breadmaker. nyummy.. as simple as that.




DONAT

Untuk donat ini step-stepnya :
1. Siapkan bahan-bahan

2. Masukkan bahan-bahan ke dalam Breadmaker. Mulai dari yang cair dahulu selanjutnya pertepungan. Terakhir ragi dan baking soda taruh di atas tepung lalu tutupin kembali dengan tepung.



3. Setting untuk mengadon saja. Timer di BM muncul 20 menit. Tunggu sampai selesai. Hasilnya akan seperti ini.

4. Bagi adonan menjadi masing-masing 50gr. Bulatkan lalu tunggu sekitar 30 menit sampai mengembang. Cetak. Lalu tunggu lagi sekitar 60 menit sampai mengembang.




5. Donat yang sudah mengembang siap untuk digoreng


Jadi fungsi BM untuk membuat donat ini lebih untuk ngulenin saja. Karena mixer-mixer yang bukan heavy duty mixer biasanya gak kuat kalau untuk ngadonin roti. Kalau misal mau membuat roti manis misalnya roti isi coklat bisa banget pake BM. Setting ke mode ngulenin dan fermentasi. Lalu keluarkan dahulu. Kita bentuk dan kasih isian.Baru dimasukkan kembali ke BM dan setting untuk memanggang. Atau bisa juga panggang di oven. Karena kapasitas BM ini sebenernya kecil. Pas untuk rumahan. Selain simple, sehat juga pastinya karena tidak memakai pengawet atau tambahan pelembut dan pengembang kue yang berlebihan seperti roti diluaran.

Tertarik?

Rabu, 31 Mei 2017

Circle of Kindness


Dulu saya pernah menulis tentang suami saya yg heran kenapa saya bisa punya (tidak sangat) banyak teman akrab padahal kenal online dan belum pernah bertemu langsung. Dan akhir-akhir ini ditambah dengan "kok temenmu pada baik sih suka ngasih ngasih?" πŸ˜„ karena beberapa hari mendapat kiriman gratisan dari teman2 yg gak pernah ketemu atau tadinya hanya sekedar "tau" tapi gak akrab.
You know, ada banyak hal yang sebenarnya bisa kita syukuri. Salah satunya adalah bisa kenal dan bertemu dengan orang baik. Mungkin orang baik itu hanya selintas berpapasan dengan kita waktu di jalan, atau ada juga yang menjadi bagian dari hidup kita untuk beberapa waktu. Tapi sungguh itu adalah suatu berkat. 
Sewaktu els lahir, sebagai ibu baru dan masih kaget dan perlu beradaptasi dengan "jam" hidup yang baru, tiba2 saja ada seorang teman (kakak kelas pas sma padahal dulu juga jarang ngobrol) yang juga baru melahirkan dan anak kami beda 4 bln saja. Setiap jam menyusui di tengah malam kami bbm-an, meski sekedar haha hihi agar tidak mengantuk saat menyusui. Dan obrolan ngalor ngidul itulah yang memberi saya semangat waktu sendirian dirumah saat suami dinas.
Sewaktu allen lahir, dengan tekad harus bisa menyusui langsung, ada dokter anak sekaligus konselor laktasi yang rela diganggu hampir setiap hari demi mengajarkan cara menyusui dan membantu segala permasalahan menyusui yang rupa-rupa sakitnya itu, sampai bantu mengurut PD waktu bengkak parah. Dan ya Allen lulus asi 2 thn berkat itu. 
Dan sekarang semakin banyak orang baik yang ada disekeliling saya..
Orang tua murid yang selalu sms bertanya "hari ini els ga sekolah lagi?" ngabarin hari ini ada PR apa, pengumuman apa. Padahal kami cm bertemu pas bagi rapot dan hampir gak pernah ngobrol sebenarnya. Tapi baik sekali dia selalu berkabar ttg sekolah.
Tetangga jauh yang sering berkirim makanan dan bertanya "mba, mau ini ga? Ntar ak kirim kerumah ya. Atau kirim gojek aja kesini"
Dokter anak yang jam 9 malam pun masih mau balas wa karena ditanya tentang muka allen yang tiba2 bengkak2 atau waktu anak2 ada kondisi gawat dan diberi tau tentang penanganan pertamanya. Terkadang kalau periksa els dan allen, thal juga ikut diperiksa for free (hanya untuk cek kalau belum tertular kakaknya). 
Perawat di RS yang gak hanya membantu mengajarkan cara menyusui tapi mendengarkan curhatan tanpa terburu2 waktu. Konseling laktasi bisa berjam-jam dan beliau masih dengan sabar mendengarkan cerita.
Lagi2 ada beberapa teman sama2 baru melahirkan yang membantu saya melewati fase2 melelahkan dan fase depresi pasca melahirkan padahal hanya berbicara hal ringan2 saja tapi sungguh sangat membantu memulihkan semangat.
Juga berkenalan dengan teman yang kebetulan sama2 punya anak 3, dan anak ketiganya lahir berbarengan dengan thal. Bisa sharing dan ngobrol di wa ngalor ngidul menunggu suami2 pulang sambil menertawakan mpasi anak2 yang mulai menyimpang dari aturan hhbf πŸ˜‚
Teman satu kesamaan minat yang tiba2 bilang "mau? Aku kirim ya" atau teman olshop "itu sekalian aku kirim bonus ya" kalau yg ini sering banget πŸ˜„
Driver online yang sopan dan gak bawel untuk nganterin jauh2 dengan tarif yang you know lah.
Kurir jne yang agak jauh tapi bersedia pickup kerumah meski cuma 1 paket disaat jne yang dekat rumah malah memberlakukan syarat pick up min 20 paket.
Dulu saya pernah nyasar salah naik angkot pas di jayapura dan akhirnya supir angkot malah putar balik hanya untuk antar saya kembali ke tempat semula katanya biar saya ga makin nyasar. Begitu saya cerita ke alm.ibu mertua dan ibu cuma bilang "itulah orang baik itu pasti bertemu orang baik juga" dan ya rantai kebaikan itu tidak akan pernah putus. Saat kita berbuat baik, pasti kita juga akan menerima kebaikan mungkin bukan dari orang yg sama, tapi dari orang lain. 
Sama seperti ada yang pernah berkata kepada saya "gak apa-apa. Jangan sungkan. Nanti balasnya ke orang lain aja biar rantai kebaikannya tidak putus"
Selamat berbuat baik ya πŸ˜Š

This too shall pass. Stand Still



Kalau di kehidupan ini ada tombol "Pause" mungkin saya yang bakal sering tekan tombol itu.
Pernah ga sih kamu ada dalam satu kondisi dimana kamu merasa di titik penghabisan. Sudah mentok. Gelap. Ga ada jalan keluar. Sama kayak cinta laura waktu lagi kehujanan, becek, ga ada ojek tapii lebih rumit lagi. Pikiranmu sudah mumet gak bisa mikir yang bahkan menangis pun sudah gak bisa karena air matanya sudah kering (yg jelas ini tidak mungkin kecuali kamu dehidrasi).
Saya sering. Apalagi kalau lagi PMS.

Ntah memang pikiran saya yg kadang suka terlalu lebay dalam menghadapi masalah, atau karena meski sedikit tapi ada bagian melankolis dalam bawaan karakter. Dan sebagai wanita, saya sering juga bertindak tidak profesional dengan membawa emosi dan perasaan ke dalam pekerjaan. Pekerjaan saya cuma ibu rumah tangga sih,tapi tetep aja ngaruh, misal saat anak2 lagi GTM dalam kondisi biasa dan dalam kondisi lagi PMS itu reaksi saya jelas berbeda.
seringnya saya merasa jenuh atau cape dan berasa pengen teriak "Tuhan bisa gak pause sebentar. Tampaknya aku perlu istirahat." Berharap tiba-tiba semua menjadi freeze gak bergerak dan saya cengengesan melihat semua diam tak bergerak sambil nyeruput minum kopi. Tapi wuzz.. saya menyadari hidup saya harus tetap berjalan dan menghadapi rutinitas yang sama, dan saya cuma bisa menghela nafas panjang melihat kesemrawutan dan berusaha menata serpihan-serpihannya agar (setidaknya) bisa agak beres sedikit.
Ntah berapa kali saya ingin menyerah.. bahkan saya pernah berpikir besok hari kiamat saja biar saya tidak usah menghadapi hari esok. Atau lebih ekstrim lagi, minta Tuhan bawa saya pulang. Ya semacam itulah. Percayalah itu terkadang hanya luapan emosi. Karena saat otak kiri sudah berfungsi kembali dan mulai berpikir rasional rasanya saya juga gak rela soalnya urusan di dunia masih banyak yang belom selesai.
tapi.. kalau saya mengingat kejadian2 di waktu yang lalu, saat saya ingin menyerah itu, saat sudah berlalu dan sekarang kalau saya lihat kebelakang saya bisa tertawa dan berkata "konyol banget sih gue waktu itu. Gitu doang kok sampe segitunya" mungkin mirip perasaan pas lagi patah hati jaman cinta monyet. Kalau dulu ngerasanya kayak dunia mau kiamat tapi sekarang kalau diinget "yaelah.. gitu doang padahal ya. Lebay banget gue" (analogi macam apa ini?!)
Dan dari dulu ada satu kalimat yang selalu menjadi penyemangat saya.
"This too shall pass. Stand still."
Hey ini akan berlalu juga kok. Tetaplah bertahan.

Ketika sedang hamil muda, morning sick parah, lapar makan gak selera. Sekalinya ada yang masuk kok ya keluar lagi. Nyium bau-bauan gak bisa, tiap sikat gigi juga sengsara, bawaan hormon baper. Bed rest 3 bulan karena pendarahan.
This too shall pass. Stand still.

Pas sudah hamil besar, tantangannya bukan cuma nahan mabok, tapi nahan sakit pinggang, sakit punggung, kaki bengkak, heat burn,susah tidur, susah duduk, semua posisi tampak salah. pengennya cepat-cepat lahiran. 
This too shall pass. Stand still.

Pas lahiran, tantangan menyusui dan 2 bulan pertama sehabis melahirkan itu menguras emosi jiwa. Cape, darah tinggi, kurang tidur, sakit kepala. Tergoda susu formula saja biar gak ribet mompa perah. pengennya bayinya cepat-cepat besar.
This too shall pass. Stand still.

Masuk MPASI, anak GTM, tiap makan sudah kayak orang berantem, makanan berceceran dan berlomba-lomba antara dibersihin duluan atau semut yang beresin. Stres dengan timbangan yg gak naik-naik. Kurva yang dibawah garis hijau terus. Masak sudah kayak chef tapi tetap dilepehin.
This too shall pass. Stand still.

Ngajarin toilet training dengan bau ompol dimana mana. Cucian baju yang tiba-tiba bertambah 2x lipat. Lantai yang jadi berkali-kali harus dibersihkan, selimut dan sprei yang jadi hampir setiap hari dicuci.
This too shall pass. Stand still.

Bangun paling pagi, tidur paling malam tapi rumah masih tetap berantakan dan pekerjaan belom selesai juga padahal pinggang udah encok. 
This too shall pass. Stand still.

Mungkin permasalahanmu tidak sama dengan saya. Yaeyalah gak semua ibu rumah tangga πŸ˜„ tapi Ingatlah bahwa apapun yang terjadi saat ini bukanlah tujuan akhir. Ini hanyalah perjalanan. Meski berat dan sekeras batu, tapi tetap pasti akan berlalu. Percayalah. 
Just hang in there a little bit more and dont worry too much.
Dari yang sedang berusaha menyemangati diri sendiri (lagi)
Ps : saat anak bungsu jadi kembar siam sama mamanya ga mau lepas, dan kakak2nya siap membantu cuci piring dan pel disitu mama langsung happy happy happy banget

Senin, 15 Mei 2017

[Review] Bioderma Hydrabio Serum Pelembab untuk kulit kering


Saya sebelumnya sebenernya belom pernah dengar nama Bioderma. Hahaha.. Ntah kurang booming atau saya yang kuper. Ternyata Bioderma ini banyak serinya. Salah satu produk dari seri untuk kulit kering adalah serum Hydrabio ini. Ini kedua kalinya saya pakai produk ini. Pertama saya pakai waktu hamil anak ketiga. Sepertinya sih bawaan hormon hamil ya, muka saya jadi beruntusan kering bersisik gitu. Kulit muka terasa ketarik-tarik dan kulitnya bisa dikelotokin. hiks.. Belom pernah terjadi sebelumnya. Bahkan produk SKII yang biasa saya pakai aja gak cocok dan gak bisa mengatasi problem ini. Nyari produk yang buat kulit kering tapi rasanya tidak ada yang memuaskan reviewnya. Dan gak sengaja liat di sociolla ada produk ini. Ditulisnya untuk kulit dehidrasi yang berarti untuk kulit super kering kan. Jadi nyoba deh.

Pas dipakai seminggu lumayan banget loh sisik di muka mulai hilang meski masih tetep kering dan berasa ketarik-tarik. Sebulan mulai ada perubahan dan kulit muka mulai better lah baikan. Meski belom pulih sepenuhnya. Pas selesai Lahiran kayaknya hormonnya mulai stabil dan pas habis serumnya jadi stop penggunaannya.

Trus ikut-ikutan isi data FP Bioderma dan dapet free give away berupa serum ini lagi. Yeay!! lumayan bangetttt pas banget pelembab habis. So mulai pake ini lagi. Dan baru bikin reviewnya.. 😁

TEKSTUR
Teksturnya kental tapi ga kental banget masih liquid sih. Yang paling saya suka dari serum ini adalah dia cepat banget nyerapnya. Gak lengket sama sekali. Menyerap sempurna dikulit. Dan kulit langsung lembab seketika. Serius ini saya kasih nilai 10 (boleh ya kasih nilai 10 haha..). Untuk berbagai pelembab yang sudah saya coba, ini tekstur yang paling saya suka. 


PACKAGING
Tempatnya sendiri model pump. Jadi higienis dan pumpnya sendiri bisa sampe tetes terakhir. Jadi pas sudah habis pernah sya buka botolnya dan udah ga ada sisa. Good. Sekali pump bisa untuk seluruh muka tapi kalau buat sampe leher harus 1.5x pump. Atau jangan-jangan muka saya yang boros? 
Botolnya sendiri dari plastik. Jadi ga terlalu terlihat exclusive tapi gak penting sih buat saya. πŸ˜‚

HARGA
Harga nya 430rb untuk 40ml. Habis sekitar 1.5 - 2 bulan. Soal mahal atau gak sih relatif ya. Kalau buat saya ini worth every penny. Kalau saya bandingkan dengan produk lain yang harganya sudah hampir 2x lipat dari harga bioderma ini tapi gak bisa bikin muka saya lembab yaaa menurut saya ini harga yang oke.

MINUS
Ini sebenernya kan emang serum buat melembabkan kulit kering atau kulit dehidrasi ya. Jadi kalau berharap bisa mencerahkan ya gak bisa. Atau berharap untuk ngilangin kerut ya ndak bisa juga. Sesuai namanya sih Hydrabio. 

PLUS
Ini Produk aman loh buat bumil dan busui dan dia dermatology tested so aman banget buat kulit sensitif sekalipun. 

Beli dimana? Produk ini biasa dijual di Sociolla, atau Guardian (tapi suka gak lengkap serinya) dan outlet lain yang bisa dilihat di webnya disini http://www.bioderma.co.id/outlet-penjualan

Dan Bioderma tiap bulan suka bagi-bagi give away loh. Sama kayak saya dapat serum ini tanpa syarat apapun cuma isi data dan nanti akan dipilih. Untuk bulan ini give awaynya adalah Sensibio H2O (pembersih wajah untuk kulit sensitif). Mau coba dapetin free produknya? bisa diisi data disini




Good Luck ya

Selasa, 02 Mei 2017

Ngalor Ngidul dulu dikit..

Hallo

Sedikit cerita yaa.. Sebenarnya awal mula saya buat blog ini dulu sebenarnya untuk sarana curhat (sampe sekarang juga masih sih), hanya karena memang suka menulis semacam apa ya artikel? bukan juga.. note gitu.. kadang romantis, kadang humor, atau menyampaikan pesan moral, gono gono lah.. Cuma kesini-kesini jadi lebih banyak cerita parenting dan kehidupan sehari-hari. Gak pernah terpikir mau difokuskan ke satu tema tertentu misal jadi beauty blogger atau travel blogger or something else.

Pas bikin nama blog jadi emakceriwis.com juga gak tau kenapa ya, pengennya sih kasih nama unik tapi gak kepikiran. sedangkan memang sudah banyak blogger yang mengidentifikasi dirinya sebagai emak emak atau ibu-ibu dan sebagainya, so sebenarnya ga unik yah namanya. Terlalu biasa (katanya), cuma ya itu.. kembali ke postingan sebagian besar akhirnya mengarah memang ke kehidupan emak rumah tangga. Dari mulai masakan, cerita parenting, tips rumahan, dsb.

Mau fokus jadi blogger? ummm gimana ya, kalau ntar bilang fokus rasanya seperti menjadi target. Harus punya ststistik blog yang baik, posting rutin, atau gimana caranya meraih pembaca dan sepertinya mengarah ke komersil ya. But, saya suka kondisi sekarang ini, karena menulis itu adalah hobi dan saya masih ingin mempertahankan citra menulis itu sendiri. Menulis karena memang saya ingin menulis dan saya bahagia melakukannya. Bukan menulis untuk mencapai target dan komersil. Kalaupun nanti komersilnya menyusul yaaa itu anggap bonus lah ya.. tapi yang ingin saya ingat bahwa saya akan tetap menulis karena saya suka menulis. Saya suka menghibur orang lain dengan tulisan. Saya suka berbagi dan memberi semangat melalui tulisan.

So, mungkin topik tulisan masih akan seperti ini, Nanti saya akan berbenah blog, rasanya 5 kategori utama saja. Sekarang kebanyakan kategori ni kayaknya haha.. kalau nambah kategori tentang perdapuran gimana? gak muluk-muluk kayak food blogger, ini semacam masakan simple yang suka saya buat dirumah. Kalau kategori beauty kayaknya belom masuk. Saya cuma suka skincare, kosmetik ndak banyak. Paling mungkin saya satukan di review produk saja ya. Sama pengen banget bikin kategori khusus buku. Bukan review tapi membagikan tentang isi buku. Semacam membuat rangkuman isi buku. Selain saya bisa membagikan apa yang saya dapatkan dari membaca buku tersebut, tapi bisa menjadi berkat juga buat orang lain kan bagi yg gak sempat baca buku. hehe

Draft sebenernya banyak, tapi nyicilnya itu bener-bener butuh waktu secara kalau nidurin anak-anak biasanya ikut ketiduran. Padahal bisa buka laptop itu kalau semua udah tidur. hahaha..
Terimakasih ya yang udah mampir di blog kecil ini.. Salam kenal semuanya.. email saya terbuka untuk semua masukannya yaaa 😘

Bapak juga sudah berubah


Bapak dlu,nak.. gengsi kalilah menangis. Macam jadi cowok apaan. Tapi begitu kalian lahir itu air mata bapak ini macam gak tau aturan saja keluar. Kalian sakit sampe diinfus, mata juga berkaca-kaca. Mungkin mata bapak ini perlu kacamata mulai sensitif bapak rasa.

Bapakmu dulu,nak.. kalau pulang kerumah cape langsung minta dipijit mamakmu. Sekarang sampe rumah, liat senyum kalian saja udah bikin cape bapakmu ini hilang ntah kemana pun.

Bapakmu dulu,nak kalau punya duit lebih kan.. bapak belilah itu hp terbaru, ganti pelek kan, ganti audio, sekarang yg bapak pikir vaksin adikmu apa lagi bulan ini, uang pangkal klean udah siap belom. Boro boro mikir yg lain, kadang celana kolor robek aja bapak malas ganti sebelum karetnya molor kali.

Dulu kalau pulang kerja yg bapak pikir cuma pulang sampe rumah, sekarang mana bisa bapak pulang gak bawa apa2. Setidaknya bawa telor2 isi maenan coklat dari indomaret itu udah kek barang wajib hukumnya. Asal klean senang lah itu.

Bapakmu dulu,nak.. paling suka jalan2 keluar, kongkow ngopi2 ganteng sambil main bowling. Sekarang kalau gak penting2 amat, bapak lebih milih dirumah aja lah sama klean. Waktu bapak dirumah cuma dikit,nak.. mana tega bapak pergi keluar sama yg lain sedangkan klean sering bapak tinggal kerja.

Bapakmu dulu,nak kalau liat yg gak rapi dikit aja bawaan pengen ngerapiin. Maklum bapakmu ini mantan taruna. Terbiasa rapi bersih. Sekarang liat mainan klean terserak diseluruh rumah yahhh cemana ya.. sudahlah. Liat tembok dicoret2 yaaa sudahlah.. meski rasanya agak kek mana ya.. itu bapak loh yg cat temboknyaaaa..asam2 kecut liatnya

Bapakmu dulu,nak.. mana mau tau urusan dapur. Sekarang, bapak udah hapal letak tiap jualan di pasar. Mana yg lagi naik, mana yg turun harga. Hapal merk susu dan diapers yg murah dan bagus, apalagi kalau cuma toko mainan murah, keciiiil itu. Hasil latihan bertahun2 disuruh kepasar dan ke toko2 sama mamakmu.

Bapakmu dulu ini galak, tapi sekarang udah kek hello kitty kalau sama klean. Semua asal klean bahagia. Maapkan bapak ya,nak kalau kadang2 rambonya tetap keluar juga, itu semua karena bapak terlalu sayang takut klean kenapa2. Apalagi kalau klean udah loncat2. Aduuhhhh niatnya baiknya biar klean aman.. itu ajanya.

Bapak kerja dulu ya,nak.. baik2 klean dirumah. Jangan buat mamak klean pusing. Nanti jatah beli mainan klean bisa gak ada karna bapak jdi harus beli obat buat pusing mamak kau. Obat mamak klean itu mahal. Soalnya adanya onlen kalau gak di mol katanya. Repot juga kan.

Nanti kalau klean udah besar2, udah punya kawan dekat, jangan lupa bilang "hati2 bapak saya galak" ya! Soalnya dulu mamakmu itu bilang gitu juga sama bapakmu ini. Gak apa2 melatih mental itu. Oke.

Sudah tidur sana,

Bapak

#www.emakceriwis.com

Selasa, 25 April 2017

Beda anak pertama, kedua dan ketiga



Begitu tau hamil
1. USG tiap bulan. Kalau perlu 2 mg sekali dateng ke dokter mau usg
2. USG pas disuruh dokter balik aja lah
3. USG? Sekali per semester juga cukup kok. Atau pas ada keluhan aja datengnya.
Masa kehamilan
1. Browsing googling vitamin semua jenis diminum
2. Inget2 jaman pas hamil pertama sambil baca dikit2
3. Halah hamil ya gitu2 doang sih
Persiapan Kelahiran
1. Dari mulai 5 bulan udah mulai cuci mata mau beli apa aja
2. Ahh ada bekas kakaknya. Ga usah beli. Sisanya dicari pas udah hamil 8 bulan aja
3. Eh minggu ini duedate nya. Ya ampun..haduhh belom siapin apa2 ni 
Kelahiran
1. Tlp sana sini foto sana sini upload sana sini
2. Dokumentasi dan pemberitahuan cukup keluarga saja
3. Org2 nanya "loh kok anaknya udah 3 aja. Kapan hamilnya?"
Dokumentasi
1. Setiap jam
2. Seminggu sekali
3. Kalau pas sempet aja lah
Catatan milestone
1. Semuanya dicatat rapi
2. Cukup inget aja lah ga usah dicatat
3. Apaan itu catatan milestone? Lo pikir gw gak ada kerjaan lain apa?
MPASI
1. Semua jenis makanan dicobain dari mulai yg lokal sampe import. Menu aneh2 masaknya sampe punya buku resep MPASI
2. Produk lokal yg gampang dicari dipasar aja ya,nak. Masaknya yg simple aja.
3. Sesuai kondisi kulkas aja ya. Samain sama makanan keluarga aja menunya.
Pijat bayi
1. Mom n Jo dong..
2. Pijit dirumah aja ya sama mama
3. Pijit? Kayaknya emaknya yg perlu dipijit deh
Aturan
1. No TV, No gadget, No game. Mainan edukatif semua dibeli. DIY dong DIY
2. Pake mainan edukatif sisa kakakmu aja ya. Nonton tv bentar gpp lah biar anteng.Demi kelarnya cucian piring.
3. Main sama kakakmu dulu. terserah mau main apa. Mama beres2 dulu.
Anak tantrum minta mainan
1. Diajak bicara baik2 eyes to eyes
2. Diajak bicara sambil melotot pertanda "jangan bkin jadi pusat perhatian"
3. Angkat gendong bawa pulang. Abaikan tatapan orang2
Anak nangis
1. Emaknya ikut nangis
2. Kenapa sayang? Sini sini...
3. Bentaaarr.... bentaaarrr... bentaaarr yaa
Postingan ini hanya gurauan tidak mencerminkan keadaan sebenarnya. Gak usah baper, apalagi nyinyir. Gak usah kasih teori parenting. Setiap orang tua pasti tau dan memberikan yg terbaik untuk anak2nya πŸ˜„
- Teresia Rani Sebayang -
Template by Rumah Es