(Day 14) Patah Hati Dalam Cinta



#Day14ranimenulis

#ranimenulis


Sebenernya tulisan ini bisa dianggap relevan ga sih? Secara pengalamanku dengan hubungan lawan jenis itu sedikit. Pacaran aja cuma 2x kok. 

Tapi ya kalau dibilang patah hati yang terasa sakit sampai lama lupanya yaaa pernah juga. Yang buat sakit bukan karena ditolak (ditolak itu berarti menyatakan lalu ditolak gitu kan ya?). Ya bukan itu. Aku tak pernah menembak lelaki. Huh!

Sakitnya lebih karena tau itu tidak mungkin wkwkwk. Buatku ya tidak mungkin. Bisa aja dimungkinkan, tapi ya tidak sah secara segalanya lah. Agama, moral, dll dll lah. Pokoknya ya sama-sama tau ya kita itu tidak untuk bersama gitu lah.

Aku tau itu bukan real love. Setidaknya saat itu aku masih bisa berpikir rasional lah, kalau kurasa itu bukan cinta. Definisi cinta itu seperti yang aku rasakan ke suami. Nah ini beda, it's kind of different love.

Iya lebih karena pengaruh hormon dopamin dan serotonin, tiba-tiba muncul, suka, gitu aja. Not my type though. Sampe sekarang juga bingung kenapa ya bisa suka. Mungkin karena dia yang hadir waktu aku kesepian. Suply and demand. Ada kebutuhan, hadir pemenuhan kebutuhannya. Hahahaha.

Kayaknya sih gitu, lagi butuh seseorang buat ngobrol. Yaudah dia yang ada. Bisa gak sih karena itu? 

Jadi yaudah waktu itu aku jadi aneh. Cuma untungnya otaknya masih rasional. Kalau itu gak bisa dijadikan, gak bisa dibuat jadi suatu hubungan romance. Setengah mati menghindar, tapi pas ketemu ya balik lagi galau. Setengah mati gak mau ngobrol, tapi kangen. Hah! Bucin. Memalukan sih kalau diingat.

Dan pada suatu waktu yaudah akhirnya aku putusin oke ini gak bisa terus kayak gini. Karena suatu waktu aku harus menyudahi perasaan ini juga kan. Daripada makin lama makin susah, mana waktu itu ya udah susah juga sih. 

Tekad kuat, menghindar, Hindari segala sesuatu yang bisa berhubungan dengan dia. Gila susah. Susah banget!! BANGET!! Liat apapun tu berasa inget dia. Hal paling gak nyambung pun bisa bikin inget dia. Galau nestapa sebesar jagat maya.

Tau gak yang bikin aku tetap bertahan pada rasa sakit patah hati ini adalah, karena aku percaya kalau hormon dopamin dan serotonin itu hilang dalam 1 tahun. HAHAHAHAHAHA. Jadi aku memegang teori "oke, rasa suka ini, rasa sakit yang timbul akibat suka ini akan hilang dalam 1 tahun. Aku cukup bertahan 1 tahun"

Dan tau gak, beneran hilang dalam 1 tahun. Itu 1 tahun sejak aku putuskan jaga jarak, dan segala perintilan menghindar itu. Coba kalau masih stalking, masih ngobrol, masih baper gatel pengen chat, ya bakal gak kelar2. Lah hormonnya dikasih makan terus gimana bisa hilang. Kalau gak dikasih makan ya bisa hilang 1 thn. Lama juga ya Bok. Mamam tu cinta dan patah hati. 

Jadi kalau ditanya gimana cara mengatasi patah hati ya aku udah bisa ngoceh lah ya.. HAHAHAHAHAHA udah pernah ngalamin soalnya. Hikmah dari kisah ini adalah, aku jadi bisa dengerin curhat orang yang lagi patah hati dan bisa menyemangati mereka untuk bangkit lagi. Cailah... 

Patah hati ini sebenernya bukan sesuatu yang berat kalau udah dilewati. Kalau masih ngalamin BERAT BANGET! 😂


---------------------------------------------------------- 

~ Writing is Healing


sebenarnya ini adalah challenge di salah satu grup komunitas. Karena saya tidak berhasil menyelesaikan challengenya, tapi saya rasa ini suatu hal yang bagus untuk dikerjakan.
Maka, saya akan memulai challenge ini di blog.


Harapannya apa ya.. saya ingin ini menjadi tumpahan inspirasi dan bagian dari aktualisasi diri saya. 



Comments

Postingan terpopuler

Mesin Jahit Portable Mini S2 bermasalah? Perbaiki sendiri yuk

[Review] Laneige Water Bank series ~ Trial Kit

Resign dari PNS