Pernikahan dan komitmen



Tulisan terakhir di tahun 2019.

Aku mau cerita dikit. Gak ini bukan curhat. Bukan juga untuk apa ya bahasanya,umm buka dapur rumah tangga. Gak. Ini aku cuma mau share. Aku setting cerita ini private juga friend only. Meski untuk sebagian orang cerita2ku itu "apaan sih" tapi percaya gak kalau ada juga yg merasa ceritaku itu "berguna" 🙈 ambillah yg bagusnya yak.

Cuma ini cerita agak panjang. So silahkan skip kalau lagi males baca panjang.

Jadi besok itu aku kan wedding anniversary ya. Iya aku tuh menikah pas tahun baru. Dulu ngejar angka cantik. 1 Januari 2011 ( 1.1.11) dan biar gampang diingat.  😂

Pacaran 2.5 thn. Menikah 9 tahun. Baru sebentar. Jauh lah kalau dibanding sama yg udah belasan tahun atau puluhan tahun. Kebanyakan masa pacaran dan nikah kami ini ya LDR. Pacaran ketemu seminggu sekali (asrama kan). Nikah juga ya sama aja.

Tahun ini kami emang menghadapi banyak hal lah. Dia di kerjaannya (training, tuntutan finansial yg berkurang jauh dll). Aku dirumah (adaptasi tanpa prt).

Dan pada posisi seperti ini, LDR itu sulit. Kebanyakan percakapan kami ya jadi miss komunikasi. Seringnya sama2 kesal, mau marahan tapi kok ya males karena udah cape. Akhirnya mending gak ngobrol gitu kan. Ngobrol di tlp jadi sekedar info keseharian ya tanpa ada greget lah. Hubungan masih rutin, masih setiap hari disaat setiap dia dirumah. Tapi ndak menjadi indikator lah itu.

Sampai pada titik, aku berpikir oke kamu gak bisa dengerin aku, yang biasanya ak ngambek itu dibujuk, ini gak. Gak apa. Aku akan urus diriku sendiri. Tapi sebaliknya, aku pun dalam kondisi lagi ga mau mendengarkan. Aku bilang aku cape ngurusin rumah. Please jangan tambah pikiran aku dengan hal lain. Do your job, i'll do my job here.

Sama2 terbeban dengan tanggung jawab masing-masing. Sama2 pusing. Sama2 cape fisik dan mental. Sama2 posisi pengennya didengarkan.

Ini gak bagus. Jelas. Kita sama2 merasa berubah. Dia merasa aku berubah. Aku juga merasa dia berubah. Sama2 temperamen. Sama2 keras kepala.

Dan pada satu waktu, kita debat ini sebenernya siapa yang berubah 😅 dan aku bilang "Aku udah ga tau lagi ini mau gimana. jalan masing2 aja kalau gitu."

(Toyor pala dulu lah, Ran) aku lupa pas nikah itu kita menikah di gereja yg gak boleh ada kata cerai 😂

Oke itu cuma luapan emosi sih. Udah cape saling ngomel, udah cape nangis, lalu kita ngobrol ini jadinya mau gimana. Kita ngobrol banyak hal waktu itu, lalu dia akhirnya bilang "terserah kamu. aku udah ga punya apa-apa lagi. Carilah yang bisa bahagiakan kamu" dan itu adalah kali pertama dia menyerah.

Dan akhirnya disitu aku cuma bisa bilang "kalau aku mau pergi, gampang aja buat aku pergi. Kamu tau sendiri aku bukan tipe yang bisa diatur dan dikekang. Kalau aku mau pergi, aku akan pergi langsung. Tapi aku masih disini. Mau kamu ga punya apa-apa pun aku masih disini. Tapi akhir-akhir ini aku merasa kamu menjadi orang yg sangat sulit. Cuma tetap aku masih disini kan. Karena bagaimanapun aku gak akan bisa ninggalin kamu. Sesulit apapun kamu, aku tetap disini. Aku cuma lagi cape"

Dan itu kejadian beberapa bulan lalu, lalu pas inget mau tahun baru mau anniv, ditanya mau kado apa? Aku bilang "kita bikin PR aja yuk. Tulis 10 hal yang paling kamu suka dari aku. Aku juga nulis ttg kamu. Kita kasih pas tgl 1 nanti. Kadoku suratmu itu aja"

Aku pikir gampanglah 10 hal doang. Dari awal aku dan dia itu sama2 jatuh cinta pada pandangan pertama, tentu saja akan sangat mudah menuliskan 10 hal yg kusukai dari dia bukan.

Suatu hari dia berkata "ini kebaikan doang? Jeleknya juga kan?" Yg kujawab "gak usah curhat. Kalau mau curhat langsung aja." 😅

Dan begitu aku mau nulis PR, ternyata emang sulit. Yang terlintas malah pikiran dia itu kok begini, kok begitu. Aku ga suka saat dia begini. Aku ga suka saat dia begitu. See, disituasi seperti ini suliiittt sekali untuk fokus pada kebaikannya dia tok.

Cuma ini kan PR aku yg ngusulin juga ya kan. Lalu aku mulai ingat2 waktu awal aku pertama ketemu dia. Masa2 yang udah kami lalui bersama. Buka2 album foto selama hampir 12 tahun bareng. Masih ada semua foto bareng dari 2008.

Dan akhirnya surat itu jadi. 10 hal yang paling aku sukai dari dia. Tentu saja bukan mengenai fisik ya. Meski dia emang ganteng 😂🙈 (Gosah protes).

Lalu aku menyadari, ya hal inilah yang membuatku bertahan. Hal lain yang membuatku kesal, membuatku ingin menyerah seperti menguap. Tertutup oleh 10 hal yg kutuliskan.

Dan di nomer 1 hal yg kutuliskan ttg yg kusukai dari dia adalah, bagaimana dia (orang yg sebenarnya tidak sabaran) tapi menjadi orang paling sabar kalau menghadapi aku yg drama queen dan suka lebay ini. Dia gak pernah mau melepaskan aku, meski aku berulang kali emosi dan bilang ingin menyerah (kecuali 1x yg kemaren itu 😅).

Selanjutnya gimana? Kurasa kami ini memang sama2 sudah stuck with each other. Ujungnya akan selalu balik ke dia lagi dia lagi. Mudah2an akan selalu seperti itu. Tahun ini udah bisa kami lewati, tentu kedepannya juga harus bisa ya kan.

So, cerita ini aku gak tau juga poinnya apaan. Cuma kalau kalian sempat ada diposisi yang sama, kuharap kalian juga bisa sama2 bertahan. Selama itu bukan menyangkut sesuatu hal yang krusial.

But it takes two to tango. Sama2 berjuang perlu effort dari 2 pihak bukan. Maka di hari menjelang anniv ini, doakan kami agar bisa selalu memegang komitmen ini ya.

Salam penuh cinta, selamat merayakan tahun baru.. 😘

Comments

Postingan terpopuler

Mesin Jahit Portable Mini S2 bermasalah? Perbaiki sendiri yuk

[Review] Laneige Water Bank series ~ Trial Kit

Resign dari PNS