Survei ala-ala Pria dan Wanita - siapakah yang lebih aneh-aneh?



Bermula dari saat saya membaca sebuah postingan di grup mengenai midlife crisis dimana dalam fase ini seseorang mempunyai kecenderungan untuk “berontak” terhadap value yang selama ini dipegang. Dorongan untuk berontak dari rutinitas, memulai kembali apa yang selama ini ingin dilakukan. Nah, untuk case umum, biasanya berupa perasaan kembali ingin “diakui” oleh orang lain. Dan ini menarik, karena jarang ada pembahasan seperti ini dikalangan teman-teman saya. Yaiyalah, temenmu itu rata-rata umurnya 30an wkwkwkwk. Beberapa ada sih yang 40 plus. Midlife crisis itu katanya dimulai di usia 40an.

Tapi serius, saya penasaran sampai membuat survey kecil untuk kalangan teman-teman dan yang tadinya mau bahas tentang midlife crisis, malah jadi membahas mengenai case umum itu. APA ITU? Ya itu… case ingin diakui, terutama oleh lawan jenis, hubungan antar pasangan dan seputar itulah.

Disclaimer : ini bahasan 21+ please skip kalau kamu belum berumur 21thn. semua responden adalah teman-teman saya di dunia nyata dan dunia maya (range usia 30-45), dimana mereka bercerita langsung ke saya. Ini tidak menggambarkan keseluruhan orang dalam range usia ini, karena tentu saja hal seperti ini tidak bisa dijabarkan seperti ini. Banyak aspek lain yang harus diperhatikan. Pendidikan responden hampir sebagian besar adalah perguruan tinggi dan tentu saja sangat berpengaruh terhadap respon dalam menyingkapi sesuatu. Banyak hal lah, yg tidak bisa sama-ratakan tentu saja. Cuma saya ingin sharing, dan mudah-mudahan kalian bisa memetik pelajaran positif dari sini.

So here we go…

Responden yang menjawab jumlahnya diatas 50 sih respondennya gak usah disebut total pastinya nanti bisa dihitung berapa dan siapanya wkwkwkwk temen saya seputar itu-itu saja soalnya. Dari 23% Pria dan 77% wanita, tau gak yang ngalamin hal ini ada berapa? 67% pernah ngalamin problem ini dan sisanya 24% tidak pernah mengalami, 10% Non Respon. Jadi kalau kamu mengalami hal ini, you’re not alone sayang… karena rata-rata juga mengalami ini, dan ini terjadi gak harus di early 40y. Tapiiii semua yang mengalami saat pernikahan sudah di atas 5 tahun.

Kita bahas dari sisi wanita dulu ya.


Wanita ngalamin apa aja sih?
·     Tidak mengalami apa-apa, rukun adem 30%
·     Non Respon 9%
·     Jenuh dengan pasangan 21%
·     Terlibat main hati dengan pria lain 16%
·     Godaan mantan 10%
·     Diselingkuhi 7%
·     Membandingkan pasangan dengan pria lain 7%

Total yang non respond dan merasa pernikahannya sangat baik 39%. Sisanya yang 61% mengalami hal-hal diatas. 

·     Jenuh dengan pasangan

Kenapa? Biasanya kebanyakan karena kelelahan, penat dengan rutinitas. Untuk wanita, ini bisa membuat mood jatuh ke dasar paling bawah. Dan mau gak mau itu mempengaruhi cara pandangan terhadap sesuatu. Ketika lelah, kurang istirahat, kurang tidur, ditambah rutinitas yang itu-itu saja, terkadang melihat suami itu jadi bawaan bête aja gitu. Apalagi harus melayani suami juga, wadow.. pengennya bilang “boleh gak kalau dibawah aja?” hahahaha

Ngatasinnya gimana? Berikut tips dari mereka yang mengalaminya. Bisa lebih perhatian ke diri sendiri misal jalan ke salon, jalan-jalan bareng teman, we time berdua dengan suami, mengingat masa lalu kebaikan-kebaikan pasangan, ngobrol sampai nangis bareng pasangan, terbuka, plus gak usah kepoin suami daripada jadi negative thinking dan curigaan.

·     Terlibat main hati dengan pria lain

Kok bisa? Hampir semua yang mengalami ini, mengaku dimulai dari 2 hal. Suami yang terlalu cuek, atau ada pria lain yang memang memberi perhatian lebih. Sebatas “suka” tapi gak sampai menjalin hubungan, sebatas tau sama-sama suka, tapi that’s it gak lebih. Selesainya gimana? Hilang kontak sama sekali, menjauhi sang pria, cerita sama teman agar teman bantu mengingatkan kalau mulai baper lagi, nempel suami, minta waktu untuk dekat-dekat suami, ingat keluarga, inget kalau sama pria lain itu nanti jadi harus mulai dari awal, berpikir logis, jalannya lebih susah, fokus ibadah.

·     Godaan mantan

Mantan ngajak ketemuan? Penasaran karena hati yang belum selesai? Penasaran apakah dia lebih oke dari suami? Banyaklah alasannya ya kan.Pas ketemu tiba-tiba sadar aja dia emang gak sebaik suami. Yakinlah teman, kalau dia sebaik suamimu, gak mungkin dia jadi mantan. 

·     Membandingkan pasangan dengan pria lain

Nah kalau ini, ada ketidakpuasan terhadap suami. Berharap suami lebih peka kayak suami si ini, berharap suami lebih perhatian terhadap si ono. Ada pepatah, saat belum menikah buka mata lebar-lebar, saat sudah menikah tutup matamu serapat-rapatnya. Waktu menerima lamarannya itu sepaket dengan semua sifat dan karakter bawaanya. Bisa didiskusikan, perbanyak komunikasi, tapi kalau suami ogah berubah yaaaaa gimana yaaaa.. kan udah bilang “yes I do” sih pas dilamar. Hahahaha Percayalah semua rumah tangga itu ada plus minusnya. Cuma yang keliatan itu plusnya, minusnya ya gak diumbar kan itu privasi keluarga kaaannn. 

·     Diselingkuhi

Semua yang mengalami ini saya lihat adalah wanita kuat, wanita yang bisa mempertahankan suaminya. Saya gak bisa berkata banyak, tapi semua responden yang mengalami ini, sekarang semua sudah selesai. Suami mereka sudah kembali kepada istrinya, berusaha menunjukkan bahwa mereka sudah berubah. Dan mereka mempunyai istri yang mempunyai hati yang besar dan penuh cinta menerima suami mereka yang salah jalan dan sekarang kembali pulang. Semoga setiap istri yang mengalami ini dipulihkan hatinya secara utuh, tetap kuat, dan rumah tangganya bisa semakin kuat juga. Big HUG from me, kawan.. kamu hebat!

Sekarang dari sisi pria


Hasilnya jauh berbeda dengan wanita

·    Mempunyai pasangan lain / WIL 38%
·    Godaan wanita lain 23%
·    Chat dengan wanita lain 15%
·    Jenuh dengan pasangan 9%
·    mantan 8%
·    Non Respon 7%

Ini menarik, karena ternyata pria ini emang lebih rada-rada ya wkwkwkwk… eh tapi makasih loh kalian udah jujur bercerita.

·    Mempunyai pasangan lain / WIL 

Tau gak, rata-rata yang mempunyai WIL ini emang jauh lebih berumur. Karena mereka mengaku sudah merasa nyaman dengan kehidupan mereka. Tidak ada lagi tantangan atau sesuatu yang ingin dicapai. Apakah memang naluri pria itu sebenarnya untuk menaklukkan tantangan, sehingga saat hidup mereka sudah nyaman, mereka butuh sesuatu untuk dikejar. Seperti lagu Tulus “tuntutlah sesuatu biar kita jalan ke depan. Aku ingin jadi petamu, aku ingin jadi jagoanmu.”
Ada juga yang karena istrinya jauh, kebutuhan yang tak terpenuhi perhatian dan sex. Yang berhasil selamat dari WIL ini, terlepas karena sadar akan cinta keluarga. Karena ini hanya sementara, dan pada akhirnya dia sadar siapa yang lebih dia butuhkan dan lebih dia cintai.

·    Godaan wanita lain

                 Godaan ini lebih banyak ke arah fisik. Gak salah sih, pria memang banyak tergoda di mata. Sedangkan wanita lebih banyak tergoda di telinga. Kalau saja kita sudah tau dimana letak kelemahan kita masing-masing, tentu saja kita bisa lebih tau bagaimana mencegah dan mengatasinya. Gimana sih mereka mengatasi ini? Punya komunitas bareng teman, misal olahraga, kesibukan lain bersama teman. Tapiii tentu saja harus teman yang benar yaaa, kalau temennya juga rada gesrek ya gak kelar. 

Perbanyak jalan bersama keluarga, dan psstt katanya mereka butuh sex yang lebih banyak. Karena para pria ini sebenarnya kalau stres itu pelariannya ke sex. Setiap hari lebih baik. Kalau gak dapet, mereka makin stress. Sedangkan wanita itu kalau lagi stress malah males untuk berhubungan bukan? Emang kagak nyambung kita wkwkwkwk.. dikomunikasikan saja bersama pasangan, saling mengerti kebutuhan masing-masing. Dan pria ini sangat menghargai istrinya yang gak pernah menolak berhubungan, katanya itu bikin dia tambah cinta. Ahey.. Catat itu wahai para istri. Layanilah suamimu.

·    Chat dengan wanita lain

Beberapa pria mengaku pernah chat dengan wanita lain. Untuk apa? Iseng aja. Dan rata-rata mengatakan mereka melakukan itu saat kondisi rumah sedang tidak menyenangkan, atau saat istri sedang berjauhan, sibuk dengan kegiatan atau sibuk mengurus anak. Sang suami merasa terabaikan dan mencari teman ngobrol. Katanya sih obat isengnya ini, mereka berusaha mendekat ke keluarga, atau kalau memang istrinya gak peka, atau betulan sibuk banget, mereka mencari komunitas atau teman untuk ngobrol. Nah untuk pria yang mempunyai banyak teman mungkin gampang aja ya, yang tipe pendiam dan introvert ini loh yang agak sulit. Antara dipendam tapi jadi penyakit, atau dikeluarin nyoba pengen iseng.

·    Jenuh dengan pasangan

Awal dari keisengan para pria ini banyak yang berawal dari kejenuhan. Ada yang jenuh karena obrolan dengan istri seputar yang berat-berat mulu, ada yang jenuh karena istrinya sibuk dengan rumah tangga, ada yang jenuh dengan gaya sex monoton. Cuma bedanya kalangan yg ini gak berani macam-macam. Jenuh sih tapi ya ditahan saja gitu lah. Nyari pelampiasan ke hal lain. Hobi atau komunitas. Jadi emang penting banget ya kita punya komunitas yang sehat. Dan tau gak 75% kelompok yang ini berpendapat bahwa sex setiap hari itu sangat membantu mereka dalam mengatasi kejenuhan mereka loh!

·    mantan

Kalau untuk urusan mantan, ternyata mereka semua sepakat kalau itu hanya iseng hahahaha. Gak berniat apa-apa sih, gak minat ngapa-ngapain juga. Buat mereka istri dan keluarga masih tetap yang utama. 


So, perbedaan yang mencolok sebenarnya itu adalah, kalau pria memang lebih banyak yang jalannya belok-belok, tapi kebanyakan (hampir 90%) bilang itu cuma iseng, gak main hati, gak pake baper, begitu mereka selesai, yaudah gampang ninggalinnya. 

Tapiiii begitu perempuan yang mengalami itu, susah untuk lepasnyaaa… padahal belom jalin hubungan, baru juga dikasih perhatian, baru juga dibaikin, baru juga dipuji, giliran mau lepas susah, baper, bisa lupa tapi pas ketemu eh hatinya deg-deg an lagi.

Dan buat yang mengalami dan sudah berhasil melalui ini, kuncinya mirip-mirip kan, yaitu di komunikasi dan intensitas waktu yang lebih intim bersama pasangan. Ada waktunya pasangan hanya perlu bicara hal ringan, dan bukan hanya cicilan dan tanggung jawab. Tapi ada kalanya juga perlu bicara serius mengenai hubungan ini mau dibawa kemana biar sama-sama berjalan beriringan.

Saya bukan pakar hubungan suami istri juga, pernikahan saya saja baru 8 tahun. Total 11 tahun jika dihitung masa pacaran. Tapi bahkan akhir-akhir ini saya merasa masih ada bagian dalam suami saya yang masih harus saya pelajari. Adaptasi setiap hari, sama-sama belajar mengerti pasangan, apa yang dibutuhkan, apa yang ada didepan, godaan kah, tantangan kah, harus dilewati berdua bukan. Belajar dari pengalaman yang lain, gimana cara melewatinya, atau berjaga-jaga jangan sampai terjatuh pada hal yang sama.

Saat yang satu mulai belok arah, pastikan ada foto pasangan dan keluargamu di dompet atau HP. Karena itulah jalanmu untuk pulang setiap kamu merasa tersesat. 

Love from me,


Rani

Comments

Postingan terpopuler

Mesin Jahit Portable Mini S2 bermasalah? Perbaiki sendiri yuk

[Review] Laneige Water Bank series ~ Trial Kit

Resign dari PNS