Semua Akan Berlalu ~ I will be fine



Sebagai emak yang cape ngurusin anak seharian pernah denger kalimat "Nikmati aja.. ntar tau-tau udah gede kangen loh"

Kalimat itu bagus sih, buat menyemangati para emak lagi emang sedang cape biar tetap enjoy, tetap happy, meski cape. Karena mungkin mereka sudah mengalami duluan, begitu pas anaknya sudah pada besar, kangen masa-masa rempong nan melelahkan itu.

TAPI, saya sih kayaknya gak kangen masa-masa rempongnya deh.. hahaha
kangen masa-masa mereka masih kecil, masih lucu mungkin yaaa... tapi kalau kangen mengurus anak yang melelahkan ini rasanya sih gak. Bahkan kadang saya berdoa "Tuhan, kalau boleh 3 aja ya.. aku cape ngurusin anak" ---> emak durhaka

Sebagai emak 24 jam mengurus rumah dan anak SENDIRIAN dengan kondisi lagi gak ada PRT dan suami berjauhan sungguh itu sangat melelahkan. Cape ya.. Cape fisik iya. cape mental juga banget. Lalu ada kalimat seperti itu yang menyuruh saya menikmati masa ini. SERIUS, MOM.. saya sih gak bisa menikmati sama sekali kalau kondisi lagi drop.

Saya manusia biasa bukan dewi apalagi wonder woman, ada kalanya saya drop. Kelelahan luar biasa dan harus menghadapi anak yang tantrum atau berantem hanya karena berebut kursi pojok. Oh my... nikmati? boro-boro dah..

Dan kalimat seperti itu hanya seperti memojokkan saya kalau sebagai seorang ibu sudah seharusnya tetep enjoy dan bahagia. Kalau tidak enjoy berarti tidak menyayangi anak-anaknya (atau jangan-jangan saya yang lagi melow).

Padahal ada kalanya waktu-waktu kita merasa down, merasa lelah luar biasa dan menangis tersedu-sedu di pojok kasur dan bertanya "kapan ini berakhir"

Kalau kamu belum pernah merasa seperti itu, Puji Tuhan silahkan tutup saja gak usah lanjut dibaca. hahaha..

tapi kalau kamu pernah atau malah sedang merasa seperti itu... sama.. saya juga.. kita normal,Mom..

sungguh itu sesuatu yang amat sangat normal dan wajar. Bukan berarti dengan kita tidak enjoy, lalu membuktikan cinta kita tidak sebanyak para emak yang selalu bahagia itu. TIDAK.

Kalau ada yang sampai meragukan kasih sayang saya kepada anak-anak, hanya karena saya merasa lelah mengurus mereka, mereka SALAH BESAR.

Lelah dan down adalah hal yang sangat manusiawi. Tidak berpengaruh kepada ukuran rasa sayang kita kepada anak-anak. Tapi penting untuk kita mengatur bagaimana agar itu tidak menjadi sesuatu hal yang berkepanjangan.

Beberapa hari lalu, saya sedang down. Kondisi lagi gak enak badan, pas periksa hasil EKG saya tidak normal. Ada aritmia jantung yang tidak biasa. Dirujuk ke Dokter Spesialis Penyakit dalam. Kondisi lagi lelah luar biasa, ditambah hasil periksa yang tidak baik, suami kerja keluar kota, dan anak-anak lagi hobi berantem dirumah. Jantung saya berdebar-debar sepanjang hari, kepala melayang tidak fokus untuk mengerjakan apapun. Fisik dan mental saya benar-benar sedang tidak baik.

Setelah meracau aneh-aneh dan berpikir aneh-aneh, saya tau hal ini tidak boleh berlangsung lama, saya tidak boleh berlama-lama disituasi ini.

Hal pertama yang saya lakukan adalah, menangis seharian. Ya saya butuh meluapkan sesuatu. Anak-anak tidak melihat saya menangis, saya menangis dalam diam. Sambil mencuci piring saya menangis, sambil mandi saya menangis. Agak enakan setelah lelah menangis, saya menghirup aromatherapy Young Living, saya pakai segala macam essential oil yang bersifat memberi ketenangan dan release emosi. Saya treadmill sambil bernyanyi keras-keras. Meluapkan semua dalam aktifitas fisik. Saya membeli makanan enak, makan coklat, nonton film komedi. Segala sesuatu yang bisa membuat saya merasa nyaman dan mood baik.

Dan selama waktu itu, saya berpesan kepada anak-anak untuk tidak mengganggu mamanya. Anehnya seperti mereka tau mamanya sedang perlu waktu dan mereka asik bermain. Berantem kecil tapi lalu berbaikan. Saya tidak banyak bicara.

Saya memanggil orang yang bisa membantu saya melakukan pekerjaan rumah. Dan ternyata itu sangat sangat membantu saya dalam pemulihan. Mungkin memang saya perlu orang lain. Saya tidak bisa melakukan semua sendiri saat ini.

Saya tidur cukup, makan cukup, aktualisasi diri juga cukup, juga membatasi diri dengan pekerjaan yang melahkan dan bersantai yang cukup.

Hari selanjutnya saat bangun pagi, sungguh saya merasa JAUH lebih baik. Jauh lebih positif dan optimis. Lebih bisa bersabar dan berusaha melihat segala sesuatu dari hal yang positif.

Mama, kalau kamu sedang mengalami apa yang sedang saya alami, kamu tidak sendiri. HANG IN THERE! GET UP! BE STRONG!

Gak ada orang lain yang bisa membuat kita kembali kuat, kecuali diri kita sendiri dan Tuhan yang akan memampukan kita.

Karena kita yang menentukan kebahagiaan dan semangat kita sendiri.


Comments

Popular posts from this blog

Mesin Jahit Portable Mini S2 bermasalah? Perbaiki sendiri yuk

[Review] Laneige Water Bank series ~ Trial Kit

Resign dari PNS