Selasa, 29 Agustus 2017

Pelakor dan poligami


Ngebahas yang lagi kekinian (prett..) aduh sebenernya ini udah basi ya. Dimana-mana dibahas mulu. Penulis-penulis yang udah bernama (lah emang saya ga punya nama? hahaha) banyak menulis dan menyatakan dengan seksama posisi mereka disisi mana. Saya ga mau bahas  mengenai kaidah agama dan moral bla bla bla.. urusan masing2 aja lah itu brosist. Urusan dirimu dan Tuhanmu. Kamu jelas tau atau pura-pura tidak tau mengenai apa yang benar atau apa yang salah atau mencari wilayah abu-abu dan pembenarannya. Hatimu hanya dirimu dan Tuhanmu yang tau to.

Tapi ya namanya cewek itu sudahlah membahas di WA, bahas via inbox fb, bahas lagi di bbm dan chatting lainnya tetep aja gak afdol kalau belum cuap-cuap. Jadi anggaplah tulisan ini sekedar untuk menghabiskan jatah mengeluarkan 10000 kata per hari dari saya.

Yang mau baca pelan-pelan biar meresap. Yang lagi gak ada waktu disave post dulu. Jangan dibawa baper apalagi sampe stres. Peringatan muncul diawal. Biar bisa jaga-jaga. Kali ada heart attack gitu (baca : Baper akut sampai mengeluarkan airmata).

Jadi kemaren saya lagi PMS. Tau to kalau wanita lagi PMS itu piye. Dicolek dikit nangis. Sabun dicolek aja gak sampe segitunya. Diomongin dikit mikirnya kemana-mana. Sesuatu yang tadinya biasa aja jadi luar biasa kepikiran. Berawal dari chat dengan teman yang berkata "suami yg mukanya biasa aja begitu. Apalagi suamimu" kira-kira seperti itulah.. ngerti ora maksudnya piye? tak anggap ngerti aja ya hahaha. Lalu tiba-tiba muncul banyak kesaksian (halah..) yang suaminya tiba-tiba sudah nikah lagi lah, ada yang cuma ketauan selingkuh sama temennya sendiri, dsb dsb.. ngerasa ga sih itu tulisan-tulisan tiba-tiba bermunculan di timeline sosmed? Bikin galau gak? Yakin gak galau meski secuil? Lah wong saya yang punya suami lurus-lurus aja masih ikutan baper liat begituan (mudah-mudahan gak salah nilai. Kecup suami dulu biar ditandain). Tapi ya itu lagi PMS jadinya ya gituuu… kepikiran. Parnoan.

Ntah beberapa hari itu bawaannya gak enak. Berasa curigaan gitu hahaha. Padahal ya itu suami masih seperti biasa wa biasa ngabarin tiap landing, video call setiap hari. Pulang kita hang out gak ada yang aneh sih, cuma hormon PMS itu lagi bikin curigaan (tetep ya nyalahin hormon). Singkat cerita akhirnya cerita sama suami dan seperti biasa dia berhasil meyakinkan saya dengan berbagai dalih dan bukti kalau dia itu masih setia (ceile.. saya mah apa atuh digombalin aja langsung ho-oh aja). Yang komen "hati-hati yang selingkuh itu bisa jadi pinter nutupinnya" tak jitak ya 😂 itu makanya kenalilah suamimu dengan baik. Saya kok yakin sebenernya istri itu punya indera kesepuluh yang bisa jadi radar kalau suami udah mulai gak lurus. Mesti ada sesuatu yang menggelitik hati "kok..kok..kok gini" gitu kan? Asal diikuti memang ada perubahan sikap ya seperti HP tiba-tiba dikunci atau tiba-tiba doyan dandan, biasanya gak gitu, bukan karena parno gara2 timeline yang banyak kejadian seperti itu. Kalau gara2 baca cerita apa trus jadi curiga itu namanya parno. Bedakan nah..

Dan setelah parnonya mereda diikuti karena sudah melewati masa PMS, saya nanya ke suami apa sih yang dicari laki-laki yang gak bisa didapat dari istri sampe nyari yang lain? Dan cuma dijawab "Halah itu cuma iseng doang kali" berawal dari iseng kemudian bisa menjadi serius gitu? Lah kalau sampe nikah kan berarti serius kan? Tak ambil kesimpulan pertama, kalau ndak nikah berarti kamu (pil dan wil) cuma korban iseng. Catet ya. Kamu cuma diisengin. Titik dan kemudian nyengir jahat 😈

Kesimpulan kedua, kalau serius berarti dinikahin. Nikah serius bukan karena bobol yak. Pertanyaannya kalau serius apa sih yang dicari? Apa yang gak didapat pria dari istri pertama. Bisa macem-macem dong ya. Antara sex yang berkualitas (kebanyakan ditolak sama istri dengan alasan cape), perhatian dari istri (mungkin sudah sibuk sama anak) atau misal greget gejolak muda pengen bisa flirting dan passion tantangan itu udah mulai meredup? Menurut saya ni.. ndak usah pake debat, ini opini bukan kajian empiris, kalau memang kamu yakin (merujuk kepada laki-laki) istrimu itu ada kurangnya dan merasa yang selanjutnya memang lebih baik kenapa gak lepas yang pertama untuk yang kedua. Alasan apa yang membuatmu mempertahankan yg pertama sekaligus ingin yg kedua? Maruk amat 😂

Apa karena belum yakin yang kedua itu bisa setia? Belum teruji? Yang pertama jelas sudah teruji kesetiaannya to? Makanya masih sayang untuk dilepas? Karena pada akhirnya yang menemanimu sampai memutih rambut dan akhir hayat kemungkinan hanya satu saja. Seiring berjalan waktu akan terbukti siapa yang benar-benar mencintaimu apa adanya dan bukan karena ada apanya. Tapi kalau memang kamu yakin yang kedua lebih baik silahkan lepaskan yang pertama karena dia juga berhak mendapat kebahagiaan yang sama. Berhak mendapatkan cinta yang menomorsatukan dia. Karena tidak akan ada 2 pemenang. Dan yakinkah dirimu cintamu sama besarnya? Bukankah akan lebih baik tetap menjaga komitmen dan memperbaiki dimana letak celah di keluarga memperbaiki kembali apa yang sudah lama dibangun dibanding mencari dan membangun yang baru? Jika nanti kamu mendapati celah di bangunan yang baru lalu mencarinya lagi? Sampai kapan? Tidak akan ada yang sempurna. Kitalah yang membuatnya bersama sama menjadi sempurna. Sekali lagi ini just my two cents opinion.

Buat para istri, sekarang udah gak jamannya lagi "karena wanita ingin dimengerti" karena pria juga butuh dimengerti. Konon katanya pria itu cuma butuh good sex and good food. Meski terdengar agak gimana ya tapi ada betulnya. Untuk mereka sex itu kebutuhan top priority. Beda dengan wanita. Obat lelah mereka itu ya sex. Lah kita kalau cape malah males yak. Monggo suaminya ditreatment. Kalau suami gak ada pake daster, pas pulang ya kita ganti hotpants. Sekali- kali bolehlah coba posisi baru jangan itu itu mulu. Suami gak ada bolehlah gofood. Tapi pas pulang kita usahakan masak. Kita jampe-jampe dengan masakan kita. Biar dia selalu teringat rumah. Hahaha. Inget ga kalau dulu waktu kita gadis jauh dari rumah dan kita selalu teringat masakan mama? Buatlah rumahmu juga seperti itu dimana saat suami dan anak-anak jauh ada masakan mama yang dirindukan.

Buatlah mereka menjadi "superhero". Laki-laki suka menjadi superhero. Mereka gak ada juga sebenernya kita kuat angkat galon, tapi pas mereka dirumah biarkan mereka yang angkat galon. Pujilah mereka katakan betapa dirimu membutuhkannya "mas, kamu itu superhero deh. Makasih ya. Apalah artinya aku ini tanpamu. Gak bisa apa-apa,mas..(sambil kecup basah)"  lebay? Suami cuma mesem-mesem? Tapi dalam hatinya seneng tuh.. mereka merasa dibutuhkan. Merasa  "berguna" dan "dihargai". Gombal itu kadang-kadang perlu lah.. mosok istri aja yg digombalin..

Sisanya berdoa banyak-banyak.. berdoanya sama-sama suami dan istri bersama. Meminta agar keluarga dijauhkan dari segala godaan agar sama-sama menjaga hati. Semoga Tuhan menjaga keutuhan keluarga kita dan memberi berkat dan sukacita berkelimpahan.

#bolehsharegakbolescopas

2 komentar:

  1. cuplikan ini menarik :
    "suami perlu good sex and good food..."

    Bagaimana dengan pekerjaan suami yang jauh dari isteri dan 3-6 bulan sekali?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sepertinya akhirnya semua kembali ke pribadi suami juga ya mbak.. kalau memang dasarnya sudah "nakal" yang ketemu tiap haripun bisa saja menyimpang. tapi kalau memang dasarnya baik, ketemu 6 bulan sekali pun seharusnya tidak masalah. kembali lagi kepada komitmen dari pribadinya

      Hapus

Template by Rumah Es