Senin, 03 Oktober 2016

Melahirkan caesar dengan BPJS

Dulu pas resign dari PNS, emang askes (nama BPJS dulu) ga diberhentiin. jadi saya minta untuk tetap lanjut dengan pembayaran pribadi. Nah setelah itu berubah menjadi BPJS udah ga perlu daftar lagi. otomatis berubah, statusnya menjadi BPJS mandiri. seluruh anggota keluarga sudah terdaftar.

begitu hamil ketiga ini sudah niat emang pake BPJS hahaha lumayan kan biaya persalinan kan ga sedikit. Dulu waktu anak pertama dan kedua juga pake ASKES dan full cover di RS swasta yg kerjasama dengan ASKES. nah berhubung sudah berubah jadi BPJS belom tau ni kebijakannya seperti apa. sama atau berubah.

Riwayat 2x SC jadi yg ketiga ini rencana SC juga. Sekalian mau steril rencananya. RS nya nyari yg deket rumah biar gampang mobilitas bolak baliknya. Kebijakannya katanya harus RS yg masih 1 kecamatan. Tapi RSIA tempat saya melahirkan ini tempatnya di kecamatan sebelah sih dan ternyata masih diperbolehkan. Tapi denger2 ada beberapa yg mengharuskan RS nya harus 1 kecamatan.

Pertama2 tetap harus ke faskes tk pertama dlu untuk diperiksa. Kalau sudah pasti memang indikasi SC akan diberi surat rujukan ke RS. Nah BPJS hanya mengcover pemeriksaan kehamilan sebanyak 4x. Di trimester pertama, kedua, ketiga, dan satu lagi tepat sebelum melahirkan. Nah kalau mau periksa lebih dari 4x bisa tapi ya bayar sendiri. Pemeriksaan yg dicover BPJS tidak mencakup biaya print usg. Jadi kalau mau minta print usg ya bayar sendiri. Nah kebetulan pas pakai BPJS itu sudah masuk trimester kedua. Jadi jatah BPJS untuk trimester pertama dianggap hangus. Nanti kalau periksa pakai BPJS, dokter akan memberi surat rujukan untuk pemeriksaan selanjutnya. Jadi kita ga perlu bolak balik ke faskes pertama. Bisa pakai rujukan itu untuk kontrol selanjutnya.

Nah setelah jatah kontrol pakai BPJS di trimester ketiga, seminggu sebelum SC dokter akan kasih rujukan untuk SC, kita bawa rujukan itu ke faskes pertama untuk minta rujukan tindakan SC (bingung ga sih bahasanya haha). Jadi faskes pertama akan kasih rujukan untuk SC. Nah rujukan ini hanya berlaku 1 mg dengan tanggal SC yg sudah pasti. Begitu mau SC dokumen2 yg harus dibawa itu :
- fotokopi ktp suami istri
- fotokopi kartu BPJS
- fotokopi KK
- fotokopi rujukan SC dari faskes
- fotokopi rujukan SC dari dokter
Semua dibuat dalam rangkap 5.

Lalu sebelum melahirkan harus membuat bpjs calon bayi. Gunanya agar bayi begitu lahir sudah masuk cover BPJS. Lumayan ngirit 2-3jt. Cara mengurusnya simple banget. Minta hasil usg dan keterangan calon bayi ke dokter (tertera usia kehamilan, HPL, jenis kelamin, dll) bawa print usg dan keterangannya beserta fotokopi ktp dan kartu bpjs ibu ke kantor BPJS. Tinggal isi formulir penambahan calon keluarga. Nanti akan diberikan nomor kartu calon bayi. Begitu bayi lahir bayar BPJS calon bayi lalu bawa bukti pembayarannya ke kantor BPJS lalu kita akan diberikan kartu BPJS sementara untuk calon bayi.

Nah BPJS sebenernya mengcover seluruh biaya persalinan asalkan sesuai kelasnya dan tidak memperbolehkan adanya selisih biaya. Tapiiii ada beberapa RS yg punya kebijakan. Saya ga tau kebijakan RS lain. Teman saya ada yg naik ke kelas VIP diperbolehkan dengan membayar selisih biaya. Misal VIP 33jt. Kelas 1 seharga 28jt. Jadi selisihnya yg dibayar 5jt. Tapi ada juga RS yg memberlakukan seperti ini,karena BPJS hanya mengcover sejumlah kurang lebih 6jt di kelas 1. Jadi pasien kalau mau naik vip harus bayar 33jt dikurangi biaya yg ditanggung BPJS 6jt jadi selisihnya menjadi 27jt. Kenapa begitu? Ntah ya.. hahaha.. karena memang biaya yg diberikan BPJS untuk SC kelas 1 itu hanya sekitar 6jt. Jadi gimana caranya RS harus menyanggupi biaya SC kelas 1 tidak lebih dari 6jt.

Di RS yg akan saya pakai ini sendiri kebijakannya tidak diperbolehkan naik kelas. Jadi kalau sudah jatahnya kelas 1 ya masuk kelas 1. Dan pasien tidak akan dikenai selisih biaya. Tapiii nah tapinya ini yg ga enak, karena katanya BPJS hanya mengcover biaya 6jt, dan bagaimana caranya agar 6jt itu cukup ya dikurangi dimana2. Misal di biaya kamar (pasien BPJS akan disatukan di ruangan khusus BPJS dan bersama dengan pasien umum), nah karena ibu disatukan di pasien umum,bayi tidak memungkinkan untuk roaming in karena berbahaya jika tertular penyakit, jadi bayi akan tetap dikamar bayi. Gimana kalau mau menyusui? Ya keruangan bayi jalan sendiri ibunya. Kalau belom lepas keteter gimana? Ya ga bisa ketemu bayinya. Yg berarti ibu dan bayi tidak bisa bertemu selama 24 jam pertama karena kateter biasanya dilepas setelah 24 jam setelah sc. Dan ntah ada pengurangan apa lagi. Yg jelas denger bgitu saja sya sudah ogah langsung pake BPJS murni.
Lalu ternyata di RS ini ada sistem paket. Namanya paket 15jt. Jadi kita membayar sejumlah 15jt untuk naik kelas VIP. Biaya ini diluar biaya perawatan bayi. Diluar biaya obat2an paten. Dan akhirnya sya pakai paket ini demi bisa roaming in dan ga disatuin dengan pasien umum. Akhirnya kemaren total biaya yg saya keluarkan sekitar kurang lebih 20jt sudah termasuk biaya perawatan bayi dan obat2an paten plus biaya spiral (sya minta dipasang spiral sekalian).
Oh iya anehnya lagi di RS ini tidak mengcover biaya steril. Kalau mau steril sekalian nambah 10jt. Padahal menurut BPJS steril itu dicover oleh BPJS. Dan beberapa teman saya yg pakai BPJS dan steril bisa dicover full. Jadi mungkin semua kembali ke kebijakan masing2 RS ya. Karena ada teman sya pakai RS swasta di kota lain, naik kelas VIP plus steril, obat paten tapi hanya dikenakan selisih biaya 5jt saja. Kalaupun tidak naik kelas, misal pakai kelas 1 sesuai haknya tidak diperlakukan beda. Jadi kamar tidak disatukan dengan pasien umum atau dibedakan dengan pasien yg non BPJS. Jadi pastikan betul2 kebijakan di masing2 RSnya.
Kalau ditanya kenapa saya tetap pakai RS ini meski kebijakannya seperti itu? Karena sya sudah cocok sama dokter kandungannya, plus jarak RS yg dekat skali dengan rumah. Jadi yaaa sudahlah.. yg penting ibu dan anak sehat dan jaitan SC nya rapi (hahaha)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Template by Rumah Es