Sabtu, 28 November 2015

Dream book

Ceritanya lagi mau pindahan. Bongkar2 barang. Ketemu buku rick warren. The purpose driven life. Nemu "Dream book" yg sudah hampir 10 tahun lalu ditulis dan tersimpan selama 10 tahun juga tanpa dibuka. Tersenyum2 liat setiap mimpi2 yg sya tulis disitu. Ada yg real dan sudah jadi kenyataan. Tapi ada juga mimpi besar yg terkesan berlebihan. Tapi bukankah kita harus bermimpi besar? Karena itu yg diajarkan pada sya waktu menulis dream book.

Dimulai dari mimpi ttg HPDT, Tentang keluarga, Ternyata sy dulu nulis rencana nikah umur 24 thn anak pertama umur 25. anak kedua umur 29. Hahaha.. padahal dulu sya tulis ini umur 19 tahun dan sy blum pernah pacaran satu kali pun dan anehnya ternyata sy betul menikah umur 24 thn. anak pertama umur 25 dan anak kedua umur 27. Tentang mimpi sya untuk ke papua dan membangun daerah misi disana (ke papuanya kesampean. Daerah misinya tidak tersentuh). Tentang sy ingin kembali ke jakarta saat usia 30 thn dan membangun biro konsultan swasta (sy kaget sndiri liat tulisan yg ini. Masa sih dlu sy punya mimpi begini ya? Hahaha). Lainnya hanya target2 punya rumah di usia berapa. Tabungan dll. Materi. Atau target2 lainnya yg standar kehidupan.

Mmmm... Sometimes.. just sometimes.. Terlintas dlu alangkah kerennya ya kalau sy bisa beasiswa s3 dan jadi kepala kantor. Atau misal bisa jadi suatu pembuka lahan baru bagi daerah misi. Someone like mother theresa. Menjadi Sesuatu yg besar. Seseorang yang tampak keren. Yg bisa membuat orang2 berkata "wow". Sy seneng loh liat bagaimana beberapa orang sangat berpengaruh bagi banyak orang. Bagaimana mereka memberi dampak positif bagi banyak orang. Banyak dalam arti bener2 banyaaaakkk.

Sampai suatu ketika sy mendapati hidup sy kok gini2 aja ya? Tapi disaat yg bersamaan ada orang yg bertanya "kok kamu sekarang bisa kayak gini sih te? Aku yo gini2 aja" dahi sya mengernyit.

Dan sy sadar, tidak harus menjadi besar untuk bisa berdampak. Bahkan lilin kecil di dalam kegelapan bisa memberi cahaya yg menerangi seluruh ruangan. Tidak peduli menjadi apa sy sekarang. Besar dan kecil profesi tidaklah bergantung dri apa yg terlihat. Dunia terkadang telah membuat batasan2nya. Bahwa yg terlihat besar adalah yg paling baik. Hanya dibalik orang2 besar itu ada orang2 "kecil" yg krusial. Penting. Harus ada. Penunjang bagi orang2 besar itu.

Terpenting dari semuanya adalah mengetahui apa tujuan hidupmu. Bahwa setiap manusia punya tujuan masing2 di hidupnya. Masing2. Our own path. Design by Our God. Penting untuk kita mengetahui apa rencanaNya untuk kita. Bukan untuk orang lain. Untuk kita masing2. Tidak masalah jika kita hanyalah seorang staf,hanya seorang buruh, atau hanya seorang ibu rumah tangga #ehh Sekalipun pekerjaan Anda adalah seorang penyapu jalan, jadilah penyapu jalan yang terbaik! Sehingga seluruh dunia akan berkata : "Dia adalah penyapu jalan terbaik dan terhebat yang pernah ada!" - martin luther king-

Dan yg sy tau, ada damai sejahtera dan sukacita saat kita berada di jalanNya.. meski sulit, meski terlihat tidak menarik, meski bagi dunia kita ini "hanya" tapi bagi Tuhan kita ini "masterpiece" sekecil apapun yg kita lakukan saat kita lakukan dengan cara terbaik, we will shine. Shine bright like a diamond. so find your own path. find your purpose dan jalanilah dengan cara terbaik yang bisa km lakukan.

Ps : mungkin sy akan mempertimbangkan mimpi ttg membangun biro konsultan swasta itu, hahhaa.. dan maafkan keterbatasan kenyambungan kalimat2 sya. Dari dlu sya paling rendah di pelajaran ttg verbal. Hehee...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Template by Rumah Es